Scroll untuk baca artikel
Screenshot 20260319 002516 Canva
BeritaDaerahLangkat

Dukung Program Ketahanan Pangan, Petani Di Bahorok Panen Padi Gogo, Produksi 3,8 Ton/Ha

×

Dukung Program Ketahanan Pangan, Petani Di Bahorok Panen Padi Gogo, Produksi 3,8 Ton/Ha

Sebarkan artikel ini

 

Langkat-Formappel.com||Petani desa Ujung Bandar kecamatan Bahorok panen padi huma/Gogo, Senen (17/2/2025). Panen kali ini dihadiri kepala desa (kades) Ujung Bandar, Nirwanto, kaur/perangkat desa, perwakilan kecamatan, perwakilan dinas pertanian,Babinsa Koramil 06 serta lainnya.

Kades Ujung Bandar, Nirwanto saat ditemui menjelaskan panen tahun Ini merupakan musim tanam Agustus 2024. Musim tanam tidak dapat ditentukan setiap tahun karena tergantung cuaca hujan ujarnya.

Disinggung tentang luas areal panen, dijelaskannya untuk desa Ujung Bandar sekitar 100 Ha lahan masyarakat. Petani menanam padi huma/gogo di areal lahan replanting/peremajaan dari karet beralih menjadi kelapa sawit ujarnya.

Bisanya warga memanfaatkan lahan dengan tanaman padi hanya tiga tahun berturut- turut. Setelah tahun ke -empat lahan tersebut tidak memungkinkan menaman padi karena tanaman kelapa sawit telah mulai besar.

Petani akan berpindah ke lahan yang masih kosong untuk menanam padi huma untuk kebutuhan pangan.

Menjawab awak media, dikatakannya produksi panen rata -rata 3,8 Ton/ Ha dengan varietas Aries dan lumut. Hasil panen dijadikan Petani sebagai stok beras /pangan untuk di konsumsi tanpa menjual.

Kendala bagi petani saat musim ini hanya serangan hama monyet/kera sehingga mesti di jaga ekstra, sementara hama burung tergolong sedikit pungkas Nirwanto.

Sementara, kordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Roslita dikonfirmasi mengatakan untuk lahan padi huma se-kecamatan di perhitungkan mencapai 200 Ha. Tersebar di tiga desa yakni Ujung Bandar, Lau Lau Damak dan Batu Jongjong.

Pihaknya serta dinas Pertanian Langkat senantiasa mendukung pola musim tanam serta melakukan pengamatan pertumbuhan/perkembangan tanaman.

Petani juga mendapatkan pupuk bersubsidi melalui kelompok tani (poktan) ujarnya.(Tolhas Pasaribu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *