BeritaLangkat

Diduga Pelaku Curanmor, Babak Belur Diamuk Massa Akan Buat Laporan ke Polisi

×

Diduga Pelaku Curanmor, Babak Belur Diamuk Massa Akan Buat Laporan ke Polisi

Sebarkan artikel ini

 

Salapian-Formappel. com|| Naas tak dapat dielakkan oleh Yogi (32) warga Jalan Apel Gg Buntu Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Binjai Barat, Kota Binjai. Yogi yang selama ini bersama istrinya tinggal di Namu Simpur Kecamatan Salapian dan yang sehari-harinya bekerja mencari brondolan di seputaran perkebunan PT Lonsum Bandar Telu, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, babak belur diamok masa karena tertudu sebagai pelaku pencurian sepeda motor. Wajah, mata hingga sekujur badannya habis digebukin warga hingga tidak berdaya. Peristiwa tersebut terjadi di seputaran perkebunan PT Lonsum Bandar Telu Kecamatan Salapian.

formappel.com
Biru-Emas-Geometris-Abstrak-Dekoratif-Selamat-Datang-Peserta-Didik-Baru-Ban-20251117-205706-0000
formappel.com

Tak sampai disitu saja, usai dimassa Yogi diserahkan ke Mapolsek Salapian oleh para penganiaya. Hingga akhirnya, pada Jum’at (14/3/25) Yogi diperbolehkan pulang kerumah oleh pihak Polsek Salapian dengan kondisi yang memprihatinkan.

Kepada awak media, Yogi, di kediaman orang tuanya, pada Sabtu (15/3/25) di Jalan Apel Gg Buntu Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Binjai Barat Kota Binjai, membantah tidak melakukan pencurian sepeda motor.

“Saya tidak mencuri/begal, ” ucap Yogi sambil menahan sakit disekujur tubuhnya.

Yogi menerangkan, pada saat itu saya lagi mencari brondolan dan bertemu seorang teman yang berprofesi sama, sambil bercanda mengatakan, “sudah hampir lebaran, gelap x, yok kita petik kereta, akhirnya kami berpisah sambil mencari lokasi masing-masing untuk mendapatkan brondolan.

Selanjutnya, kata Yogi, belum lama saya mencari buah brondolan, tiba-tiba segerombolan orang mendatangi saya sambil menuduh begal, ” dimana kau sembunyikan kereta itu dan saya terkejut, karena saya tidak ada melakukan pencurian sepeda motor seperti yang dituduhkan.

Saya dipaksa mengaku apa yang tidak saya lakukan, hingga tamparan, pukulan dan berbagai tendangan melayang di sekujur tubuh saya. Tak puas dengan itu para pelaku membawa saya mengelilingi kebun untuk menunjukkan dimana kereta yang saya curi, sambil memukul, menendang dan akhirnya membawa saya ke Polsek Salapian hingga saya tidak sadarkan diri.

“Akibat peristiwa tersebut, saya bersama keluarga akan segera membuat laporan ke Polisi, ujarnya.

Terpisah Kapolsek Salapian Iptu Jhonson, E. Simorangkir, S. TrK, SH, MH melalui Kanit Reskrim Iptu H. Opusunggu saat dikonfirmasi melalui aplikasi perpesanan Whatsapp, Sabtu (15/3/25) malam, mengatakan, ” itu bukan begal, itu kasus curanmor, namun mereka sudah berdamai, “ucap Iptu H. Opusunggu. (tonaputra110)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *