BeritaDaerahLangkat

Miris, Pengadaan Smartboard Di Dinas Pendidikan Langkat Tidak Dilengkapi Jaringan Internet, Disinyalir Tanpa Perencanaan Matang

×

Miris, Pengadaan Smartboard Di Dinas Pendidikan Langkat Tidak Dilengkapi Jaringan Internet, Disinyalir Tanpa Perencanaan Matang

Sebarkan artikel ini
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 39;

 

Langkat- Formappel. com|| Miris, penggunaan Smartboard
atau papan tulis interaktif di sekolah dasar  negeri di Kabupaten Langkat tidak dilengkapi fasilitas internet sekolah.

formappel.com
Biru-Emas-Geometris-Abstrak-Dekoratif-Selamat-Datang-Peserta-Didik-Baru-Ban-20251117-205706-0000
formappel.com

Penggunaan Smartboard digunakan melalui Wifi (hotspot) handpone (Hp) seluler pribadi.

Hal itu diketahui wartawan saat melakukan penelusuran ke sekolah dasar (SD) Negeri 056634 Air Tawar Jl.Diponogoro Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, beberapa waktu lalu.

Namun, berbeda dengan SD 056621 Suka Mulia, Kacamatan Hinai, Langkat, yang sebelumnya sudah di fasilitasi internet (Wifi) jauh sebelum hadirnya dua unit Smartboard.

Kepada wartawan, Mahani, kepala sekolah dasar 056621 mengungkapkan, jika fasilitas internet (Wifi) sudah ada sebelum masuknya Smartboard.

“Sudah ada Wifi kami, Sebelum smartboard datang, kami sdh ada. Wifi duluan ada,” ujar Mahani, Kamis (22/5/2025).

Sebelumnya, wartawan telah melakukan penelusuran ke sejumlah sekolah dasar (SD) di Kecamatan Gebang. Dimana diketahui Negeri 056634 Air Tawar belum memiliki fasilitas internet (Wifi) sekolah.

“Penggunaan Smartboard untuk anak kelas lV, V dan kelas Vl, sekolah masih menerima 2 unit Smartboard. fasilitas Internet belum ada, masih gunakan hotspot Hp,” ujar oknum wanita guru SD di hadapan awak media,  Selasa (20/5/2025).

Kepada wartawan, guru yang mengaku lulus sertifikasi PPPK 2024 menuturkan, jika saat ini kepala sekolah sedang rapat di Dinas Pendidikan. “Kalau mau lebih jelasnya lagi bisa ketemu kepala sekolah saja,” ketusnya saat itu.

Dilokasi yang sama, salah satu siswa kelas V mengungkapkan, belajar menggunakan Smartboard baru hanya satu kali saja. Baru satu kali,” ucap siswa pria saat ditanya awak media dilokasi sekolah.

Di beritakan sebelumnya. Masyarakat yang mengatasnamakan gerakan rakyat untuk tranparansi (GARANSI) Sumut, melakukan  demo di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Kota Medan, Rabu (21/5/25)

Mereka menilai pengadaan Smartboart di sejumlah sekolah di Kabupaten Langkat terkesan dipaksakan dan terburu -buru.

Massa mendesak Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, untuk mencopot Kepala Dinas Kesehatan Sumut, FH, yang terindikasi korupsi dalam pengadaan Smartboard, semasa dirinya menjabat sebagai Pj Bupati Langkat.

Diketahui, pengadaan Smartboard tahun 2024 yang menyedot anggaran dari P-APBD Kabupaten Langkat sebesar Rp 50 miliar, diketahui dengan merk ViewSonic Model Number: VS18472  (tp110)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *