Didemo Berulang Kali, Polsek Pancur Batu Dinilai Lamban Tangani 9 Laporan Warga
Deli Serdang // Formappel.com —
Polsek Pancur Batu kembali menjadi sorotan publik setelah dinilai tidak serius menindaklanjuti sembilan laporan masyarakat yang hingga kini belum menemui kepastian hukum.
Sebelumnya, Aliansi Masyarakat Deli Serdang sudah tiga kali menggelar aksi unjuk rasa, termasuk pada 13 Agustus 2025 lalu. Demonstrasi tersebut menjadi bentuk kekecewaan masyarakat terhadap kinerja Polsek Pancur Batu yang dianggap lamban dalam menangani berbagai kasus penganiayaan, penembakan, hingga perusakan lahan warga.
Meski kasus-kasus itu telah berulang kali diberitakan media dan viral di berbagai platform media sosial, warga menilai Polsek Pancur Batu masih terkesan menutup mata. Bahkan, muncul dugaan adanya kongkalikong dengan mafia judi dan narkoba yang diduga menjadi dalang di balik sejumlah kasus tersebut.
9 Laporan warga yang belum diproses tuntas.
Berikut daftar laporan masyarakat Pancur Batu yang hingga kini belum mendapatkan penyelesaian hukum:
1. LP/B/528/XII/2024 – Penganiayaan terhadap Salman Toni Karni Gurusinga (pelapor: Ario Sandi Tarigan).
2. LP/B/514/XII/2024 – Dugaan perusakan di Jalan Jamin Ginting, Desa Pertampilen (pelapor: Safrijar).
3. LP/B/485/XII/2024 – Dugaan perusakan di Desa Hulu, Pancur Batu (pelapor: Dedy Syahputra).
4. LP/B/106/III/2025 – Pengancaman di Desa Durin Simbelang (pelapor: Robin Gunawan Pandia).
5. LP/B/181/IV/2025 – Dugaan perusakan tanaman belimbing dan pisang (pelapor: Jenny br Sembiring).
6. LP/B/182/IV/2025 – Dugaan pembakaran pondok dan perusakan mesin pompa air (pelapor: Irwanto Sembiring).
7. LP/B/180/IV/2025 – Dugaan perusakan tanaman belimbing (pelapor: Setia Budi Sembiring).
8. LP/B/252/VI/2025 – Dugaan perusakan di Dusun II, Tiang Layar (pelapor: Irwanto Sembiring).
9. LP/B/251/VI/2025 – Dugaan perusakan sekitar 100 pohon sawit (pelapor: Freddi Chandra Sembiring).
Korban: “Apakah Sesusah Itu Mencari Keadilan?”

Salah satu korban penganiayaan, Salman Toni Karni Gurusinga, mengaku kecewa terhadap kinerja Polsek Pancur Batu di bawah pimpinan Kapolsek Kompol Djanuarsa, dan Kanit Reskrim Iptu Elia Karo Karo.
“Apakah sesusah itu mencari keadilan? Kalau Kapolsek dan Kanit Reskrim tidak mampu mengungkap laporan masyarakat, kami memohon Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan segera mencopot Kapolsek dan Kanit Reskrim Pancur Batu. Saya yakin sudah ada kongkalikong antara Polsek dengan mafia narkoba dan judi yang membacok saya. Mereka terkesan tutup mata dan tidak peduli terhadap laporan masyarakat,” tegas Salman.
Saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp pada Senin (1/9/2025), Kapolsek Pancur Batu Kompol Djanuarsa, tidak memberikan jawaban. Hal serupa juga ditunjukkan Kanit Reskrim Iptu Elia Karo Karo yang memilih bungkam.
Sikap diam tersebut semakin memicu kekecewaan publik yang berharap aparat kepolisian bertindak tegas dan transparan dalam menangani setiap laporan masyarakat. (Redaksi)






















