Ironis! Diduga Oknum TNI AU Merusak Tanaman Singkong di Desa Tadukan Raga STM Hilir
DELI SERDANG // FORMAPPEL.com — Suasana tenang di Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, mendadak tegang pada Sabtu, 8 November 2025. Sejumlah petani singkong di desa itu mengaku bahwa tanaman ubi kayu mereka diduga dirusak oleh oknum berseragam TNI-AU menggunakan sebuah jonder (alat berat pertanian).
Handoko, salah satu petani yang merasa menjadi korban. Dengan suara bergetar menahan marah dan kecewa, ia menceritakan bagaimana tanaman singkong yang telah ia rawat berbulan-bulan tiba-tiba hancur.
Pengrusakan tanaman singkong kami bukan kali pertama, sudah tiga kali ini dirusak, namun pengrusakan kali ini langsung kami ketahui persis di depan mata kami,” ujar para petani dengan nada kesal dan penuh kecewa.
“Jonder itu masuk begitu saja. Tanaman kami dilindas tanpa ada pemberitahuan. Ketika kami tanya sopirnya, siapa yang menyuruhmu? Dia menunjuk dua orang oknum berseragam TNI-AU yang berada di lokasi,” ujar Handoko.
Menurutnya, dalam rekaman video yang diambil warga, dua oknum tersebut berinisial J dan E. Para petani yang berada di lapangan mengatakan bahwa mereka menyaksikan langsung bagaimana alat berat itu menggilas tanaman singkong milik warga.
Ahmad Josan Ginting, petani yang juga menjadi korban, tak mampu menutupi kekecewaannya. Tanaman singkong yang menjadi sumber nafkah keluarga, kini rata dengan tanah.
Kerusakan ini bukan sekadar kehilangan hasil panen. Ini adalah pukulan berat terhadap mata pencaharian yang kami bangun dengan keringat dan kerja keras. Setiap batang singkong yang tumbang adalah hilangnya harapan dan sumber kebutuhan keluarga.
“Ini bukan hanya soal singkong. Ini soal harga diri kami sebagai petani. Tanaman yang kami rawat dari nol, yang kami harapkan jadi sumber nafkah keluarga, hancur begitu saja,” tambah Ahmad Josan Ginting dengan mata berkaca-kaca.
Para petani menyebutkan bahwa tindakan itu telah menimbulkan kerugian besar, bukan hanya secara ekonomi tetapi juga secara psikologis, karena singkong yang rusak merupakan hasil kerja berbulan-bulan. “Kami hanya ingin bertani. Tapi tanaman kami dirusak begitu saja,” ujar Ahmad Josan Ginting.
Karena itu, para petani mendesak Komandan Lanud Soewondo, Marsma TNI Tio Hutapea, S.Sos., M.A.P., untuk segera turun tangan, melakukan penyelidikan. Apabila benar terbukti ada pelanggaran oleh oknum anggotanya, mereka harus bertanggung jawab dan di hukum sesuai dengan perbuatannya.
Hingga kini, warga menunggu respons resmi dari pihak berwenang. Sementara itu, ketegangan dan rasa kecewa masih menyelimuti para petani Desa Tadukan Raga, yang hanya ingin hidup tenang dari hasil tanaman mereka, namun kini menghadapi kenyataan pahit yang tak pernah mereka bayangkan.
Para petani juga menyampaikan bahwa apabila tidak ada itikad baik atau penyelesaian dari pihak berwenang, mereka berencana membawa seluruh tanaman singkong yang rusak ke Pangkalan TNI AU (Lanud) Soewondo sebagai bentuk protes dan seruan keadilan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Danlanud Soewondo belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan tersebut.
Media ini masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi. (red)






















