Daerah

Proyek Pagar UINSU Puluhan Miliar Tuai Amarah Warga: Gapura Kuburan Hancur, Banjir Mengintai, Alat Berat Siap Diturunkan!

×

Proyek Pagar UINSU Puluhan Miliar Tuai Amarah Warga: Gapura Kuburan Hancur, Banjir Mengintai, Alat Berat Siap Diturunkan!

Sebarkan artikel ini

 

Proyek Pagar UINSU Puluhan Miliar Tuai Amarah Warga: Gapura Kuburan Hancur, Banjir Mengintai, Alat Berat Siap Diturunkan!

formappel.com
Biru-Emas-Geometris-Abstrak-Dekoratif-Selamat-Datang-Peserta-Didik-Baru-Ban-20251117-205706-0000
formappel.com

DELI SERDANG // FORMAPPEL.com —
Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Masyarakat Peduli dan Pemerhati Lingkungan Republik Indonesia (DPP LSM FORMAPPEL’RI) melontarkan kecaman keras terhadap proyek pembangunan pagar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) di Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, yang menelan anggaran puluhan miliar rupiah namun justru meninggalkan jejak penderitaan bagi masyarakat sekitar.

Alih-alih menghadirkan kemajuan, proyek raksasa tersebut dinilai abai terhadap kepentingan publik, merusak fasilitas umum, dan memicu persoalan sosial serius di Desa Sena dan Desa Bakaran Batu. DPP LSM FORMAPPEL’RI bahkan menilai, proyek ini terkesan dibiarkan menciptakan derita warga tanpa tanggung jawab yang jelas.

Kuburan Tak Dihormati, Warga Dihantui Banjir

Dampak proyek kini dirasakan nyata dan menyakitkan oleh masyarakat:

Gapura Perkuburan Muslim Desa Bakaran Batu hancur lebur, simbol penghormatan terakhir bagi warga yang wafat kini rusak parah tanpa perbaikan.

Drainase tersumbat material proyek, menyebabkan genangan air dan banjir setiap hujan turun, mengancam kesehatan dan keselamatan warga.

Jalan umum diserobot material bangunan, mulai dari tumpukan pasir hingga pagar tembok, yang mengganggu lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan.

“Ini bukan sekadar kelalaian, tapi bentuk pengabaian serius terhadap hak-hak masyarakat,” tegas R. Anggi Syaputra, Ketua Umum DPP LSM FORMAPPEL’RI.

Keterangan Proyek dan Fakta Lapangan Saling Bertolak Belakang

Anggi mengungkapkan, pihaknya telah mencoba meminta klarifikasi langsung kepada konsultan proyek. Namun, jawaban yang diberikan justru menimbulkan tanda tanya besar.

“Konsultan proyek menyebut gapura kuburan sudah dikoordinasikan dengan pihak desa. Tapi fakta di lapangan berkata lain,” ungkap Anggi, Selasa (16/12/2025).

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Bakaran Batu, Muslim Susanto, membantah keras klaim tersebut.

“Belum ada tanggapan dan kejelasan apa pun dari pihak proyek terkait perbaikan gapura kuburan,” ujar Anggi menirukan pernyataan Kades, didampingi Rioe Lubis (Sekretaris) dan W. Ardiansyah (Bendahara Umum) DPP LSM FORMAPPEL’RI.

Perbedaan keterangan ini dinilai memperkuat dugaan bahwa pihak proyek mengulur waktu dan menghindari tanggung jawab.

Ultimatum Tegas: Material Tak Dibersihkan, Alat Berat Turun!

Tak berhenti pada kecaman, DPP LSM FORMAPPEL’RI memastikan telah berkoordinasi langsung dengan Pemerintah Kecamatan Batang Kuis terkait penumpukan material di jalan umum.

“Kami sudah sepakat. Jika sampai Jumat, 19 Desember 2025, material proyek masih menumpuk di pinggir jalan, maka Pemerintah Kecamatan Batang Kuis akan menurunkan alat berat untuk membersihkannya,” tegas Anggi.

DPP LSM FORMAPPEL’RI mendesak pihak proyek dan pengelola UINSU agar segera memperbaiki gapura kuburan, menormalisasi drainase, memulihkan jalan umum, serta mengembalikan hak-hak warga seperti sebelum proyek dimulai.

“Jangan biarkan bangunan megah berdiri di atas penderitaan rakyat kecil. Jika ini terus dibiarkan, keresahan masyarakat bisa berubah menjadi amarah yang lebih besar,” pungkas Anggi Syaputra. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *