Langkat-Formappel. Com|| Persekutuan Pemuda-Pemudi Methodis Indonesia (P3MI) Resort Ora Et Labora Kuta Pinang, Distrik 1 menggelar perayaan Natal 2025 yang berlangsung meriah dan penuh sukacita di Gedung Gereja Methodis Indonesia (GMI) Resort Ora Et Labora, Dusun Bangun Mulia, Desa Namo Mbelin, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat,Minggu (21/12/25). Kegiatan ini diikuti ratusan pemuda gereja dari berbagai denominasi.
Perayaan Natal tahun ini mengusung tema “Amazing Love (Efesus 5:2)”, sebuah pesan yang menekankan pentingnya kasih dalam keberagaman. Tema tersebut diangkat untuk memperkuat nilai kasih Yesus Kristus yang luar biasa dalam kehidupan antar jemaat, khususnya dikalangan generasi muda Kristen. Selain ibadah, perayaan juga diisi dengan pujian, persembahan kreatif, serta refleksi Natal. Suasana penuh kehangatan membuat perayaan tahun ini terasa lebih bermakna bagi seluruh peserta.
Ketua panitia Yoel menegaskan bahwa perayaan Natal bukan hanya acara seremonial melainkan momen untuk membangun komitmen baru dalam pelayanan dan kontribusi positif pemuda bagi gereja serta masyarakat sekitar.
Pesan firman Tuhan disampaikan oleh Pimpinan Jemaat Pdt. N. Manurung, STh, yang mengulas Efesus 5:2.
Ia menekankan, muda-mudi gereja untuk dapat menunjukkan Kasih Yesus Kristus yang luar biasa.
“Untuk menunjukkan Kasih Yesus Kristus yang luar biasa muda-mudi harus dapat Menerima-Nya dengan cara datang Kepada-Nya sebagai Juruselamat ( rajin ke gereja). Muda-mudi gereja harus dapat Meneladani-Nya, dimana muda-mudi gereja melakukan perintah-Nya dan mencontoh sifat-Nya sehari-hari. Muda-mudi gereja mengucapkan syukur untuk hal-hal yang kecil maupun besar sebagai wujud kasih-Nya, “ujarnya.
Pdt. N. Manurung, STh, menambahkan, untuk menyatakan kasih, muda-mudi gereja dapat menjadi duta kasih Kristus kepada orang lain yang belum mengenal-Nya.
” Kasih Kristus adalah inti dari iman Kristen, sebuah anugerah yang mengubah hidup dan memanggil kita untuk hidup dalam terang kasih-Nya. Jika kita melihat kasih Kristus didalam kehidupan kita, sangat luar biasa. Dimana, Dia rela mati di kayu salib, dan menebus dosa-dosa kita, “pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan doorprize sebagai simbol ucapan syukur sekaligus harapan agar pemuda Kristen semakin kompak, kuat dalam iman dan mampu menjadi teladan dalam keberagaman. (Tolhas Pasaribu).





















