Nama Baik Diseret Video Facebook, Okis Ridwan Buka Suara: “Saya Difitnah, Bukan Pembuat Keributan”
MANDAILING NATAL // FORMAPPEL.com —
Nama Okis Ridwan, S.Pd.I mendadak menjadi sorotan setelah sebuah video yang beredar luas di Facebook menuding dirinya sebagai biang keributan di Desa Banjar Malayu, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal. Tudingan tersebut akhirnya dijawab tegas oleh Okis Ridwan melalui klarifikasi resmi kepada media, Senin (5/1/2026).
Okis menegaskan, video yang diunggah dan kemudian dipelintir oleh akun Facebook bernama Jaundangan Rangkuti sama sekali tidak berisi provokasi atau tudingan terhadap pemerintah desa. Video tersebut, kata Okis, hanya menampilkan komentar dan aspirasi warga yang muncul secara alami di kolom komentar media sosial.
“Yang saya unggah adalah suara warga, bukan opini pribadi saya. Tidak ada satu pun pernyataan saya yang menuduh adanya pungutan terkait proyek jalan pemerintah,” tegas Okis.
Dalam komentar yang dipersoalkan, warga menyinggung adanya isu kutipan dana terkait pembukaan jalan menuju Desa Banjar Malayu. Namun, komentar tersebut tidak pernah menyebut bahwa jalan dimaksud merupakan proyek resmi Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal.
Lebih jauh, Okis mengungkapkan bahwa tiga hari sebelum video itu ramai beredar, dirinya telah melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala Desa Banjar Malayu. Dari hasil klarifikasi tersebut, Kepala Desa menyatakan tidak pernah ada pungutan Rp100.000 per kepala keluarga sebagaimana isu yang beredar di media sosial.
Kepala Desa, lanjut Okis, menjelaskan bahwa yang dimaksud warga adalah swadaya masyarakat untuk membuka kembali jalan lama agar bisa dilalui kendaraan roda dua, dan tidak berkaitan dengan pembangunan jalan baru oleh pemerintah.
Namun ironisnya, pada Sabtu (3/1/2026), justru beredar video lain yang menyebut Okis sebagai pihak yang membuat kegaduhan dan menuding adanya pungutan liar proyek pemerintah.
“Tudingan itu sangat tidak benar, menyesatkan, dan mencederai nama baik saya sebagai putra daerah Desa Banjar Malayu,” ungkap Okis dengan nada tegas.
Ia kembali menekankan bahwa dirinya tidak pernah menuduh pemerintah desa ataupun aparat melakukan kutipan apa pun terkait pembangunan jalan. Angka Rp100.000 per KK yang beredar murni berasal dari komentar warga, bukan pernyataan pribadi dirinya.
Atas persoalan tersebut, Okis Ridwan menyatakan menunggu klarifikasi resmi dari Aparat Desa Banjar Malayu dalam waktu 2 x 24 jam sejak pernyataan ini disampaikan. Jika tidak ada klarifikasi, ia memastikan akan menempuh jalur hukum demi menjaga harkat, martabat, dan haknya sebagai warga negara.
“Saya tidak mencari keributan, saya mencari kejelasan dan keadilan,” tegasnya.
Okis berharap klarifikasi ini dapat meluruskan persepsi publik dan mencegah polemik berkepanjangan di tengah masyarakat Desa Banjar Malayu. (Red)






















