Daerah

Jeruji Bukan Penghalang: Lapas Pancur Batu Gandeng PKBM Samera Hadirkan Pendidikan Kesetaraan

×

Jeruji Bukan Penghalang: Lapas Pancur Batu Gandeng PKBM Samera Hadirkan Pendidikan Kesetaraan

Sebarkan artikel ini

 

Jeruji Bukan Penghalang: Lapas Pancur Batu Gandeng PKBM Samera Hadirkan Pendidikan Kesetaraan

formappel.com
Biru-Emas-Geometris-Abstrak-Dekoratif-Selamat-Datang-Peserta-Didik-Baru-Ban-20251117-205706-0000
formappel.com

DELI SERDANG // FORMAPPEL.com —
Di balik tembok tinggi dan jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pancur Batu, harapan baru mulai dirajut. Bukan lewat hukuman semata, melainkan melalui pendidikan sebagai jalan pemulihan dan perubahan hidup. Lapas Pancur Batu resmi merancang kerja sama strategis di bidang pendidikan kesetaraan dan pendidikan khusus bersama PKBM Samera Indonesia.

Langkah ini dibahas dalam pertemuan antara jajaran Lapas Pancur Batu dan pihak PKBM Samera Indonesia yang dihadiri langsung oleh Kepala SPNF PKBM Samera Indonesia, Laila Sari, S.Pd., M.Psi, didampingi para tutor pendidikan kesetaraan. Dari pihak Lapas, Kepala Lapas Tri Bowo diwakili oleh Theo Panggabean, Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat).

Kerja sama ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan upaya konkret membuka kembali pintu pendidikan yang sempat tertutup bagi warga binaan. Program Paket A, Paket B, dan Paket C disiapkan untuk menjangkau mereka yang terputus dari pendidikan formal setara SD, SMP, hingga SMA. Tak hanya itu, layanan pendidikan khusus juga akan disesuaikan dengan kondisi psikologis dan kebutuhan individual warga binaan tertentu.

Perwakilan Lapas Pancur Batu menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi utama pembinaan, bukan pelengkap. Bekal pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan sosial dinilai menjadi kunci agar warga binaan tidak kembali terperosok ke lubang yang sama saat bebas nanti. Pendidikan, dalam konteks ini, menjadi alat perlawanan terhadap stigma dan keterbatasan masa lalu.

Sementara itu, PKBM Samera Indonesia menyatakan komitmen penuh menghadirkan pendidikan nonformal yang humanis, adaptif, dan berorientasi pada pemulihan karakter.

Pendekatan pembelajaran akan dirancang agar selaras dengan realitas kehidupan di dalam lapas, tanpa menghilangkan nilai-nilai martabat dan kemanusiaan.

Ke depan, kedua belah pihak berencana memformalkan kerja sama melalui nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian teknis, termasuk pemetaan kebutuhan belajar warga binaan serta penyesuaian metode pengajaran dengan kondisi pemasyarakatan.

Melalui kolaborasi ini, Lapas Pancur Batu dan PKBM Samera Indonesia menegaskan satu pesan penting: penjara bukan akhir segalanya. Pendidikan menjadi jembatan bagi warga binaan untuk bangkit, berubah, dan kembali ke masyarakat sebagai manusia yang lebih siap, lebih berdaya, dan lebih bermartabat. (W.Ardiansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *