Medan,formappel.com – Dugaan tindakan asusila yang menyeret seorang oknum Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Sumatera Utara diduga berasal dari BUMD Dhirga Surya berinisial AW memicu gelombang kecaman. Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah Sumatera Utara (PW GPA Sumut), Ilham Hutabarat, mengutuk keras perbuatan tersebut dan mendesak sanksi berat bagi pelaku.
Kasus ini mencuat setelah seorang wanita muda berinisial LL (25) mengaku hamil akibat hubungan terlarang dengan oknum pejabat tersebut. Ilham menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar urusan pribadi, melainkan masalah moralitas di lingkungan publik.
“Kami mengecam keras tindakan ini. Ini bukan persoalan sepele karena menyangkut harga diri dan martabat seorang wanita yang telah dirugikan secara psikis maupun fisik,” ujar Ilham Hutabarat di Medan, Jumat (06/02/2026).
Desak Gubernur Bobby Nasution Bertindak Tegas Mengingat status AW sebagai pejabat publik, PW GPA Sumut secara terbuka meminta Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, untuk segera mencopot oknum tersebut dari jabatannya. Langkah pemecatan dinilai perlu untuk menjaga integritas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
“Kami meminta Pak Gubernur Bobby Nasution segera memecat Dirut BUMD berinisial AW. Tindakan asusila ini telah mencoreng wajah pemerintahan dan memberikan teladan yang buruk bagi masyarakat,” tegas Ilham.
Kronologi Dugaan Peristiwa Berdasarkan informasi yang beredar dan pengakuan korban di media sosial, peristiwa ini bermula dari pertemuan makan malam di sebuah restoran di Kota Medan pada 10 November 2025. Kondisi diduga menjadi tidak terkendali setelah adanya konsumsi minuman beralkohol di ruangan terpisah.
Korban mengaku tidak sadar sepenuhnya saat dugaan hubungan intim itu terjadi. Kasus ini baru disadari beberapa bulan kemudian setelah pemeriksaan medis menunjukkan LL positif hamil dengan usia kandungan mencapai 13 minggu.
Belum Ada Respons Resmi Hingga saat ini, oknum AW belum memberikan klarifikasi resmi meskipun upaya konfirmasi telah dilakukan. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga belum mengeluarkan pernyataan terkait status jabatan atau langkah internal yang akan diambil terhadap oknum direktur tersebut.
PW GPA Sumut menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. “Kami akan pastikan ada keadilan bagi korban dan pembersihan moral di tubuh BUMD Sumut,” pungkas Ilham.






















