Timur Tengah Membara: Serangan Balasan Iran Guncang Pangkalan Militer AS, Dunia Dibayangi Konflik Regional Besar
IRAN // FORMAPPEL.com –
Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru yang semakin mengkhawatirkan. Pasukan koalisi militer yang dipimpin oleh Amerika Serikat berhasil mencegat dan menembak jatuh sejumlah rudal serta pesawat tanpa awak yang diluncurkan Iran di atas Provinsi Erbil, Irak.
Insiden ini terjadi di tengah eskalasi besar serangan rudal dan drone di berbagai wilayah Timur Tengah, menyusul serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran.
Situasi darurat juga terlihat di dalam negeri Israel. Sheba Medical Center di Ramat Gan, dekat Tel Aviv, memindahkan peralatan medis dan layanan fasilitas ke lokasi bawah tanah sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan serangan lanjutan.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi dimulainya operasi tempur besar-besaran di Iran. Ia menyerukan agar aparat Iran menyerahkan senjata, atau menghadapi konsekuensi yang disebutnya “mematikan”.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan operasi militer tersebut sebagai langkah bersama untuk menghilangkan ancaman eksistensial dari Iran. Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan gelombang pertama serangan rudal dan drone ke Israel telah dimulai.
Iran tak tinggal diam. Teheran melancarkan serangan balasan dengan menembakkan rudal yang dilaporkan menghantam Pangkalan Armada Kelima Amerika Serikat di Bahrain. Serangan balasan ini terjadi tidak lama setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Tak hanya itu, rudal Iran juga diarahkan ke sejumlah pangkalan militer Amerika lainnya, termasuk Pangkalan Udara Al-Udeid di Qatar, Al-Salem di Kuwait, serta Al-Dhafra di Uni Emirat Arab. Pangkalan Amerika di Riyadh, Arab Saudi, dan di Yordania juga dilaporkan menjadi sasaran.
Perkembangan terbaru menyebutkan rudal Iran turut menghantam Pangkalan Al Harir di Irak. Sebelumnya, IRGC mengumumkan peluncuran Operasi “True Promise” atau “Janji Sejati Keempat” sebagai respons atas apa yang mereka sebut sebagai agresi Amerika dan Zionis terhadap tanah Iran.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan rakyat Iran menjadi sasaran operasi udara yang dilakukan rezim Amerika yang kejam, bekerja sama dengan rezim Zionis, di tengah proses negosiasi yang masih berlangsung. Dewan tersebut menegaskan Angkatan Bersenjata Iran telah memberikan respons tegas atas serangan tersebut.
Eskalasi ini memicu kekhawatiran dunia internasional akan meluasnya konflik menjadi perang terbuka berskala regional yang berpotensi menyeret lebih banyak negara ke dalam pusaran krisis. (Red)






















