Daerah

Semangat Pelestarian Budaya Tionghoa di Deli Serdang Jadi Teladan Toleransi dan Persatuan

×

Semangat Pelestarian Budaya Tionghoa di Deli Serdang Jadi Teladan Toleransi dan Persatuan

Sebarkan artikel ini

 

Semangat Pelestarian Budaya Tionghoa di Deli Serdang Jadi Teladan Toleransi dan Persatuan

formappel.com
Biru-Emas-Geometris-Abstrak-Dekoratif-Selamat-Datang-Peserta-Didik-Baru-Ban-20251117-205706-0000
formappel.com

TANJUNG MORAWA // FORMAPPEL.com – Kabupaten Deli Serdang kembali menunjukkan jati dirinya sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman. Tingkat kerukunan antarumat beragama dan antaretnis yang terbangun harmonis menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan daerah.

Masyarakat Tionghoa di Deli Serdang tetap memegang teguh nilai-nilai budaya leluhur sekaligus mampu berbaur dengan seluruh elemen masyarakat. Semangat pelestarian budaya yang ditunjukkan tersebut dinilai layak menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

“Keberagaman budaya yang ada di Deli Serdang merupakan bagian dari kekayaan bangsa yang harus kita jaga dan rawat bersama,” ujar Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, pada Perayaan Imlek Bersama se-Deli Serdang Tahun 2026 M/2577 Kongzili yang digelar Yayasan Istana Harta Lima Penjuru di Kito Convention Hall, Kecamatan Tanjung Morawa, Sabtu malam (21/2/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Lom Lom Suwondo.

Antusiasme masyarakat dalam perayaan tersebut tampak begitu tinggi. Hal itu, menurut Bupati, menjadi bukti nyata bahwa kebersamaan dan kerukunan di tengah keberagaman berjalan dengan sangat baik.

“Antusiasme ini luar biasa. Ini menunjukkan kebersamaan yang telah terbangun tanpa adanya gangguan maupun perbedaan yang memecah belah,” ungkapnya.

Sebagai daerah yang multi-etnis dan multiagama, Deli Serdang disebut memiliki indeks toleransi yang termasuk terbaik di Sumatera Utara. Kondisi ini, tegas Bupati, harus terus dipertahankan dan diperkuat.

“Apa yang sudah baik harus terus kita jaga. Kerukunan antarumat beragama dan antarsuku merupakan modal utama dalam membangun daerah,” tegasnya.

Ke depan, perayaan Imlek bersama diharapkan dapat terus dilaksanakan setiap tahun dengan lokasi yang berbeda, agar semakin banyak masyarakat yang merasakan nilai keberagaman dan kebersamaan. Jika tahun ini digelar di Tanjung Morawa, tahun mendatang dapat diselenggarakan di kecamatan lainnya.

“Semoga perayaan ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga simbol persatuan dan kebanggaan seluruh masyarakat Deli Serdang. Di tahun yang baru, semoga kita semakin maju, rukun, dan berdaya,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Jhon ST, menyampaikan rasa bangga masyarakat Tionghoa Deli Serdang atas terselenggaranya perayaan tersebut, terlebih karena diinisiasi bersama Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.

“Belum pernah ada perayaan Imlek bersama yang diinisiasi langsung oleh Pemkab Deli Serdang. Ini menjadi momen bersejarah bagi kami,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Deli Serdang Ny. Jelita Asri Ludin Tambunan, Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana SIK MSi, anggota DPRD Deli Serdang Sehat Sembiring, unsur OPD terkait, Camat Tanjung Morawa Gontar Syahputra Panjaitan SSTP MM, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *