Unjuk rasa

ALIANSI DESA MEMBANGUN MENGGELAR AKSI DAMAI MENUNTUT “Usut Tuntas Dugaan Permasalahan DD 5 Desa di Kecamatan Tebing Syahbandar!”

×

ALIANSI DESA MEMBANGUN MENGGELAR AKSI DAMAI MENUNTUT “Usut Tuntas Dugaan Permasalahan DD 5 Desa di Kecamatan Tebing Syahbandar!”

Sebarkan artikel ini
Soroti Proyek Fiktif dan Mark Up Pelatihan, Aliansi Desa Membangun Minta Reformasi Pengelolaan Dana Desa

Serdang Bedagai,formappel.com – Aliansi desa Membangun Kabupaten Serdang Bedagai, menggelar aksi damai untuk penyelidikan dugaan korupsi dana desa di 5 desa di kecamatan Tebing Syahbandar Serdang bedagai, Senin, 9 Maret 2026.

Menurut keterangan yang diterima, dugaan korupsi dana desa ini terjadi pada beberapa proyek, penyuluhan, pelatihan, dan pengadaan di desa Kuta pinang, laut tador, Penggalangan, sibulan, Tanah besi.
Ada pun kegiatan yang di lakukan dengan dugaan mark up dana desa tahun 2024
Adanya dugaan korupsi (Mark up) pada beberapa proyek, penyuluhan, pelatihan dan pengadaan di 5 Desa Kecamatan Tebing Syahbandar Kabupaten Serdang Bedagai Tahun Anggaran 2024, yaitu: desa Kuta pinang Kode desa : 1218162009, Laut tador kode desa : 1218162002; PENGGALIAN dengan kode desa : 1218162001, Desa SIBULAN dengan kode desa : 1218162010; Desa TANAH BESI dengan kode desa : 1218162003;

I. DESA Kuta pinang

  1. Pelatihan sablon Dengan anggaran Rp.39.210.000 Mulai Kegiatan 14 September 2024
  2. Saluran spal dusun v volume 200 meter (1 unit) Dengan anggaran Rp.68.644.000 Mulai kegiatan 7 Oktober 2024 Sampai dengan 14 Oktober 2024
  3. Saluran drainase dusun 3 (67 meter) Dengan anggaran Rp.85.495.000 Mulai kegiatan 7 Oktober 2024 Sampai dengan 14 Oktober 2024

ll. Desa laut Tador

  1. Pelatihan komputer 10 org/keg Dengan anggaran Rp.33.620.000 Mulai tanggal 2 Mei 2024 Sampai dengan 9 Mei 2024
  2. Pelatihan jahit menjahit 10 org/keg Dengan anggaran Rp.29.730.000 Mulai tanggal 25 Juni 2024 Sampai dengan 3 juli 2024
  3. Pengadaan bibit perikanan 30 kk Dengan anggaran Rp.34.075.000 Mulai tanggal 13 Agustus 2024 Sampai dengan 16 Agustus 2024

lll. DESA PENGGALIAN

  1. Sosialisasi ketahanan pangan 1 org/keg Dengan anggaran Rp.38.606.000 Mulai Tanggal 1 November 2024 Sampai Dengan 15 November 2024.
  2. Mobil siaga desa 1 unit Dengan anggaran Rp.261.000.000 Mulai tanggal 2 Oktober 2024 Sampai dengan 25 Oktober 2024.
  3. Paving blok 150 m x 3 M Dengan Anggaran Rp.105.026.000 Mulai tanggal 1 Juli 2024 Saampai dengan 31 juli 2024.

lV. Desa Sibulan

  1. Oprasional paud, pembelian laptop, scaner , laptop 3 paket Dengan anggaran Rp.45.000.000 Mulai tanggal 23-oktober-2024 Sampai dengan23 Oktober 2024
  2. Pelatihan komputer 10 org/keg Dengan anggaran Rp.29.000.000 Mulai tanggal 10 Juli 2024 Sampai dengan 19 Juli 2024
  3. Iuran wifi desa 3 paket Dengan anggaran Rp.36.000.000 Mulai tanggal 1 Januari 2024 Sampai dengan 31 Desember 2024

V. Desa Tanah besi

  1. Pengadaan Ayam petelur 100 Kk Dengan anggaran Rp.40.000.000 Mulai tanggal 12 September 2024
  2. Wifi 3 titik Dengan anggaran Rp.27.000.000
  3. Pelatihan salon Dengan anggaran Rp.29.000.000 Mulai tanggal 9 Mei 2024 Sampai dengan 18 Mei 2024

Dugaan korupsi ini termasuk mark up pada beberapa kegiatan, seperti pembangunan, pelatihan, Pengadaan dan pembangunan jalan desa.

Massa aksi menuntut Kejaksaan dan Inspektorat Serdang Bedagai untuk segera memeriksa dan menyelidiki oknum kepala desa yang diduga terlibat dalam korupsi dana desa. Mereka juga meminta agar pihak terkait memberikan jawaban atas dugaan penyelewengan tersebut dan sejauh mana prosesnya telah bergulir.

Dalam UU yang berlaku, kepala desa yang melakukan korupsi dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. Pasal-pasal yang dapat digunakan untuk menjerat kepala desa korupsi antara lain Pasal 2 ayat (1) UU Tipikor yang mengancam pidana penjara maksimum 20 tahun dan minimum 4 tahun, serta Pasal 3 UU Tipikor yang mengancam pidana penjara maksimum 20 tahun dan minimum 1 tahun.

Massa aksi berharap agar kedepannya dugaan adanya penyelewengan dana desa tidak lagi terjadi di kecamatan-kecamatan lain dan desa lain yang ada di Serdang bedagai semoga kedepannya dana desa diperuntukkan sebenar-benarnya untuk kesejahteraan dan kemajuan desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *