Scroll untuk baca artikel
Screenshot 20260319 002516 Canva
BeritaLangkat

Usai Konsumsi MBG, Dari Dapur SPPG ,Sejumlah Siswa Alami Mual, Formappel’RI : Desak BGN Evaluasi Total SPPG Teluk Meku

×

Usai Konsumsi MBG, Dari Dapur SPPG ,Sejumlah Siswa Alami Mual, Formappel’RI : Desak BGN Evaluasi Total SPPG Teluk Meku

Sebarkan artikel ini

Langkat – Formappel. Com|| Kasus dugaan makanan tidak layak konsumsi dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Sejumlah siswa di SD Swasta Insaniyah Babalan, Kabupaten Langkat, dilaporkan mengalami mual dan sakit perut usai mengonsumsi menu ayam semur yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Teluk Meku, Kecamatan Babalan.

Peristiwa ini memicu kekhawatiran publik setelah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi makanan yang diduga berbau tidak sedap. Bahkan, beberapa siswa disebut menolak mengonsumsi makanan tersebut karena khawatir terhadap kualitasnya.

Menanggapi kejadian ini, Ketua Umum Forum Masyarakat Peduli dan Pemerhati Lingkungan Republik Indonesia, R. Anggi Syaputra, mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap operasional SPPG Teluk Meku.

Menurutnya, program MBG yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak tidak boleh justru menimbulkan risiko kesehatan.

“Program ini sangat baik secara konsep, namun pelaksanaannya harus benar-benar diawasi. Jika sampai menimbulkan gejala mual dan sakit perut pada siswa, ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam standar kelayakan makanan,” ujar R. Anggi Syaputra dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).

Ia menegaskan, dugaan kejadian serupa yang disebut terjadi lebih dari sekali harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah, khususnya Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kami mendesak BGN untuk melakukan audit secara menyeluruh dan transparan. Jika terbukti ada kelalaian atau pelanggaran standar, maka operasional SPPG tersebut harus dihentikan sementara, bahkan ditutup,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai pengawasan terhadap distribusi makanan dalam program MBG perlu diperketat agar tidak membahayakan penerima manfaat, terutama anak-anak.

“Anak-anak tidak boleh menjadi korban dari lemahnya pengawasan. Kualitas, kebersihan, dan keamanan makanan harus menjadi prioritas utama,” katanya.

Sementara itu, pihak SPPG melalui Koordinator Wilayah Langkat menyatakan tengah melakukan evaluasi internal serta penyusunan laporan terkait kejadian tersebut. Koordinasi juga disebut telah dilakukan dengan pihak terkait guna menindaklanjuti laporan di lapangan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa implementasi program sosial berskala besar memerlukan pengawasan ketat dan akuntabilitas tinggi agar tujuan utamanya benar-benar tercapai tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.

Terpisah pihak Yayasan SPPG Teluk Meku ketika dikonfirmasi oleh awak media ini pada Rabu (1/4/26) melalui aplikasi Whatsapp enggan berkomentar.

Perlu diketahui siswa di Langkat alami Mual Usai Konsumsi Ayam Semur dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Teluk Meku, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat mendadak viral. Pasalnya, menu dari dapur makanan bergizi gratis (MBG) tersebut membuat sejumlah siswa penerima manfaat mual dan sakit perut.

Peristiwa itu pun viral di akun Facebook @Jafar Drone. Dari video terihat pemilik akun media sosial tersebut mendatangi SD Swasta Insaniyah Babalan, ia mendapati adanya menu ayam semur yang beraroma tak sedap. Bahkan, ada beberapa siswa yang mengaku mual dan sakit perut.

“Saya sekarang mendapati MBG yang datang ke sekolah itu berbau dan tidak bisa dikonsumsi. Sekali lagi kami mohon kepada SPPG-nya ini tolong diperbaiki. Ini ada juga anak di Insaniyah yang sakit dan mual,” ketus pemilik akun Jafar Drone, Selasa (31/3/2026) pagi.

Saat menanyakannya kepada siswa di sekolah itu, beberapa penerima manfaat mengaku sakit perut dan mual. Mereka menyebutkan, gejala tak wajar itu dialami usai mengonsumsi ayam semur dari SPPG Teluk Meku.

Parahnya lagi, saat mencicipi menu MBG yang diduga menjadi penyebab siswa mual dan sakit perut, Jafar pun langsung muntah.

 

Tak Layak Konsumsi

“Memang ini kalau dikonsusmi dengan anak memang gak bisa teman-teman. Ini real realita. Ini kalau kalian (SPPG) mau, silahkan kalian yang makan. Jangan kalian suruh anak-anak yang makan. Ini memang dah gak layak dikonsumis,” tegas Jafar.

Nurhalimah, guru di SD Insaniyah mengaskan kalau menu ayam semur yang diterima di sekolah itu sudah bau. Siswa di sana juga ragu untuk memakannya.

“Kami mengimbau kepada anak-anak jika terlalu menyengat (baunya) jangan dimakan,” tutur Nurhalimah sembari menegaskan kalau menu MBG tersebut tak layak konsusmsi.

Terpisah, Kordinator Wilayah (Korwil) SPPG Langkat Ali Ihsan menanggapi hal tersebut. Bersama unsur TNI, pihak SPPG Teluk Meku sudah melakukan perundingan.

“Pihak satgas juga sudah meminta kepada saya nama yayasan dan PIC yayasan agar dapat klarifikasi kejadian tersebut. Bagi SPPG-nya, sedang melakukan pembuatan laporan khusus terkait kejadian,” kata Ali melalui via pesan WhatsAppnya kepada wartawan. (tp110).

Editor : Tolhas Pasaribu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *