Scroll untuk baca artikel
Screenshot 20260319 002516 Canva
BeritaLangkat

Apresiasi Budaya Karo, Camat Kutambaru : Tak Boleh Hilang Oleh Zaman

×

Apresiasi Budaya Karo, Camat Kutambaru : Tak Boleh Hilang Oleh Zaman

Sebarkan artikel ini
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 128;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 40;

Marike-Formappel. Com|| Camat Kutambaru, Kabupaten Langkat, Rahmat Sembiring, S.Pd, M.Pd menghadiri, Festival Eksotika Karo Marike yang digagas oleh The Spirit Of Karo Marike, di lapangan bola kaki PT LNK Kebun Marike, Kecamatan Kutambaru, Kabupaten Langkat, Sabtu (4/4/26).

Acara ini menjadi wadah untuk merayakan, melestarikan, dan memperkenalkan budaya Karo kepada masyarakt luas di Kabupaten Langkat, khususnya masyarakat Kecamatan Kutambaru, serta sebagai wujud cinta terhadap identitas bangsa yang kaya akan nilai budaya. Dalam sambutannya, Camat Kutambaru, Rahmat Sembiring, S.Pd, M.Pd menegaskan komitmennya dalam melestarikan budaya nasional, termasuk budaya Karo yang disebutnya sebagai salah satu kejayaan bangsa yang sangat luar biasa.

“Senang sekali hadir disini, untuk melihat dan menyaksikan kayanya budaya Indonesia. Kecamatan Kutambaru merupakan Kecamatan yang termuda dan Kecamatan Kutambaru terletak di ujung Kabupaten Langkat. Yang mana mayoritas penduduknya suku Karo, ” ujarnya.

Ia menyatakan bahwa kekayaan budaya Indonesia tidak ada bandingnya di Indonesia. Dirinya juga memberikan apresiasi tinggi kepada The Spirit Of Karo Marike yang disebutnya sebagai motor penggerak pelestarian nilai-nilai luhur budaya Karo di tanah kelahiran maupun di tanah perantauan. Rahmat Sembiring, S.Pd, M.Pd menegaskan, bahwa budaya Karo, dengan kekayaannya yang mencakup seni tari, musik tradisional, pakaian adat, hingga nilai-nilai kearifan lokal, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebudayaan Indonesia.

“Kita harus memastikan bahwa budaya Karo tidak boleh ditolak oleh waktu, tidak boleh hilang ditelan zaman. Budaya ini harus terus hidup, berkembang dan dikenali oleh generasi muda, ” tegasnya. Rahmat Sembiring juga menyampaikan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kelestarian budaya, mengingat besarnya arus informasi global yang mempengaruhi cara hidup anak-anak muda saat ini.

“Kalau tidak kita teruskan pada generasi muda sangat berbahaya. Anak-anak kita nanti tidak mengenali lagi budayanya sendiri, “katanya. (tp110).

Editor : Tolhas Pasaribu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *