BeritaDaerah

Kaki diamputasi,Sagiman Warga Kurang Mampu Butuh Uluran Tangan Dermawan

×

Kaki diamputasi,Sagiman Warga Kurang Mampu Butuh Uluran Tangan Dermawan

Sebarkan artikel ini

 

Langkat-Formappel. Com|| Sagiman seorang lelaki berusia 65 Tahun Warga Lingkungan 4 Kelurahan Tanjung Selamat Kecamatan Padang Tualang,harus rela kehilangan kakinya akibat penyakit Diabetes yang diderita sepuluh tahun belakangan ini.

formappel.com
Biru-Emas-Geometris-Abstrak-Dekoratif-Selamat-Datang-Peserta-Didik-Baru-Ban-20251117-205706-0000
formappel.com

Kini Sagiman hanya menopang hidup dari penghasilan istrinya sebagai penjual gorengan,kondisi Fisik yang sudah tidak normal lagi beraktifitas dengan kaki satu yang membuat Sagiman tidak bisa menghasilkan uang.

Sagiman ketika ditemui dirumahnya Jum’at 29 Agustus 2025,mengatakan,sejak sepuluh tahun lalu saya harus repa sebelah kaki saya dioprasi potong oleh pihak Rumah Sakit karena memang sudah membusuk akibat penyakit Diabetes yang saya derita.

Yah nggk ada pilihan lain saran dokter harus dipotong mau gimana lagi,ujar Sagiman sambil mata berkaca duka mengenang saat terakhir ianya harus kehilangan sebelah kaki yang kanan.
Sekarang saya sudah tidak bisa bekerja untuk mencari nafkah keluarga dan istrilah yang cari duit jualan gorengan.

Tapi ada keinginan disisa hidup saya ini untuk bisa rutin Ibadah Sholat ke Masjid tapi nggak punya kaki palsu,dan untuk beli nggak punya duit untuk makan sehari hari aja sudah sangat sulit,kalau lah bisa melalui abang sebagai wartawan bisa carikan dermawan yang mau membelikan saya kaki palsu agar saya bisa setiap Sholat di Masjid.

Terpisah Kepala Kelurahan Tanjung Selamat,Hanifah dihubungi melalui Telp Sluler,ya memang kira mengetahui kalau bapak Sagiman itu seperti itu akibat sakit Diabetes yang mengharuskan diamputasi Rumah Sakit.

Namun demikian untuk memberi bantuan secara umum akan kita lakukan dan sudah kita masukan pada berbagai program bantuan untuk kebutuhan keluarganya,kata  Lurah Hanifah.

Ini tentu jadi potret wajah jeritan Rakyat yang menjadi perhatian khusus pemerintah Kecamatan juga Kabupaten Langkat agar dapat meringankan beban derita Sagiman dan juga Keluarganya.sementara harta benda yang ia dapat semasa sehat sudah habis terjual untuk menghidupi kebutuhan sehari hari.

Kini Sagiman dari waktu kewaktu menghabiskan hidupnya berharap ada orang Dermawan yang rela memberikan kaki palsu agar dia bisa setidaknya berjalan menuju masjid bila ingin menunaikan sholat Lima waktu.

Sagiman adalah contoh kongkrit derita sebagian Anak Bangsa yang katanya Kaya tetapi madih sangat banyak Rakyat yang tinggal disudut Kota Desa pelosok Negri yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah sebagaimana Amanah UUD 1945.

Perih dan prihatin rasa yang kita rasakan bila mengingat bahwa Negri yang kaya raya tetapi si pojok Negri ada anak bangsa yang hanya menginginkan bisa membeli kaki palsu saja tidak mampu dan hanya bisa berharap dari uluran tangan dermawan.

Penantian demi penantian itupun sampai saat ini tak kunjung datang akankah waktu yang akan membawanya menghadap sang Kholiq,WallohuA’lam Bissawab.

(tp110)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *