Langkat-Formappel. Com|| Akibat cemburu buta mengakibatkan nyawa MRG (Mardana Riston Ginting) warga Desa Sei Musam Kendit Kecamatan Bahorok,melayang di tangan Predista Sembiring warga Dusun Kwala Unggas Desa Namo Sialang, Kecamatan Batang Serangan.
Kapolsek Bahorok, AKP Tunggul Situmeang, SH, Sabtu (27/9/25) dalam keterangan tertulisnya membenarkan peristiwa tersebut.
Ia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Jum’at (26/9/25) sekitar pukul 20.00 Wib, terduga pelaku Predista Sembiring berada di sekitaran puncak Desa Perkebunan Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, dan kemudian melakukan live tiktok menggunakan HP-nya merk Vivo. Pada saat live tiktok tersebut ada seorang perempuan yang dikenal terduga pelaku adalah istri korban dengan nama akun Denisa (DM) kepada terduga pelaku, dan berselang tidak lama setelah akun Denisa (DM) melakukan live tiktok dengan terduga pelaku. Kemudian akun korban Merdana Riston Ginting gabung melakukan live tiktok. Dikarenakan cemburu korban mengajak ketemu dengan terduga pelaku dan menanyakan keberadaan terduga pelaku, dan terduga pelaku mengatakan berada di Gotong Royong, Desa Sampe Raya Kecamatan Bahorok. Kemudian korban atas nama Merdana Riston Ginting mengajak ketemu dengan terduga pelaku, dan terduga pelaku menyetujui. Pada saat terduga pelaku sudah berada di Gotong Royong, Desa Sampe Raya, datanglah rekan-rekan korban yang mengatakan kau yang live tiktok tadi ya dan di jawab terduga pelaku “ya”, selanjutnya terduga pelaku mengatakan mana korban Merdana Riston Ginting, tadi kan dia yang nyari aku bukan kau”, tak berselang lama datanglah korban bersama rekannya dan mengatakan, ” ayoklah main (ngajak berkelahi) ditempat sepi “, dan di jawab terduga pelaku, ” ayoklah”.
Selanjutnya rekan korban mengajak terduga pelaku berkelahi disamping titi kuning gotong royong dan terduga pelaku menolak dengan mengatakan, “aku nggak mau kalian menjebak aku, kalian main kroyok kalau disini”. Atas hal tersebut rekan terduga atas nama Kamri Tarigan mengatakan” kalau kalian mau berantem jangan disini kalian mau main keroyokan dan selanjutnya korban mengajak terduga pelaku berkelahi kearah Bukit Lawang dan di jawab terduga pelaku, “ayoklah”.
Selanjutnya, kata AKP Tunggul Situmeang, SH, korban dan terduga pelaku dengan mengendarai sepeda motor masing-masing menuju kearah Bukit Lawang dan sesampainya di simpang kampung gelap sekitaran depan warung bakso dan mie ayam Wong Cilik Gotong Royong, korban berhenti bersama rekannya dan mengatakan, ayoklah main/berkelahi dan korban langsung memukul wajah terduga pelaku bagian pipi kiri dengan tangannya dan mengetahui hal tersebut terduga pelaku pun turun dari atas sepeda motornya dan korban kemudian memukul kembali terduga pelaku dengan tangannya disusul oleh rekan korban yang berjumlah lima orang dan memukul terduga pelaku. Karena terduga pelaku merasa terdesak, terduga pelaku kemudian mengeluarkan pisau dari pinggangnya dan langsung menusukkannya tepat kearah dada korban. Setelah terduga pelaku menusukkan pisau tepat mengenai dada korban, korban berupaya menepiskan pisau terduga pelaku sehingga pisau tersebut terjatuh/tercampak dan akibat tusukan tersebut dada korban mengeluarkan darah.
Mengetahui hal tersebut terduga pelaku kemudian melarikan diri kedaerah titi kuning dan dikejar oleh rekan-rekan korban. Dan selanjutnya terduga pelaku dapat diamankan warga dan menyerahkan terduga pelaku kepada pihak kepolisian Polsek Bahorok, sedangkan korban dilarikan ke Klinik Melati Bahorok untuk mendapatkan perobatan dan kemudian setibanya di Klinik Melati Bahorok, tidak lama kemudian korban tidak tertolong dan menghembuskan nafasnya yang dinyatakan secara medis telah meninggal.
“Korban meninggal dunia setibanya di Klinik Melati, dan untuk terduga pelaku saat ini kita tahan di Polsek Bahorok untuk proses selanjutnya, ” ujar AKP Tunggul Situmeang, SH.
Sambungnya, motifnya cemburu karena terduga pelaku diduga mengganggu istri korban melalui Medsos Tiktok. (tp110).






















