Warga Mendesak Pemkab Labura: Besi Coran Menonjol di Jalan Lintas Pekan Kampung Mesjid Ancam Keselamatan Pengendara
LABUHAN BATU UTARA // FORMAPPEL.com – Kondisi jalan rusak di Lingkungan Pekan Kampung Mesjid, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura), kembali memicu kegelisahan warga. Pada Rabu, 3 Desember 2025, masyarakat setempat terpaksa melakukan perbaikan darurat setelah besi coran yang mencuat dari badan jalan terus membahayakan pengendara dan menyebabkan sejumlah kecelakaan.
Secara swadaya, warga bergotong royong menggunakan mesin gerinda untuk memotong dan meratakan besi-besi coran yang keluar dari permukaan Jalan Lintas Pekan Kampung Mesjid, yang juga merupakan bagian dari ruas Jalan Lintas Pasar Bilah. Besi coran tersebut telah lama dikeluhkan karena kerap menjadi penyebab pengendara sepeda motor terjatuh.
Dedi, salah seorang warga, mengatakan bahwa langkah perbaikan darurat itu dilakukan semata-mata demi mencegah jatuhnya korban lebih banyak.
“Besi coran di jalan ini sering membuat pengendara motor terjatuh. Kami terpaksa mengambil inisiatif menggerinda besinya agar tidak ada lagi yang celaka,” ujar Dedi.
Desakan Perbaikan Total Pemkab Labura
Dedi menegaskan bahwa Pemkab Labura tidak boleh lagi menunda perbaikan menyeluruh di ruas jalan tersebut. Ia menilai bahwa akar permasalahan bukan hanya besi coran yang mencuat, tetapi kondisi keseluruhan jalan yang telah lama mengalami kerusakan parah.
“Kami berharap Pemkab segera melakukan perbaikan total. Situasi seperti ini tidak boleh terulang,” tegasnya.
Menurut warga, ruas jalan cor beton tersebut telah berusia lebih dari 10 tahun dan menunjukkan banyak kerusakan serius. Selain besi yang keluar ke permukaan, jalan juga dipenuhi lubang besar yang membahayakan dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
“Bukan cuma besinya. Jalan ini banyak berlubang dan sangat membahayakan. Ini harus menjadi prioritas Pemkab agar keselamatan pengguna jalan benar-benar terjamin,” tambah Dedi.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan memberikan solusi konkret, agar aktivitas masyarakat dan mobilitas ekonomi di wilayah tersebut tidak terus terganggu. (Imam Sarianda)






















