Kabid Lingkungan Hidup HMI Cabang Medan Sorot Keras: Tiga Pejabat Untuk Satu Rumah, Ribuan Warga Dipaksa Bertahan Sendiri
MEDAN // FORMAPPEL.com — Kabid Lingkungan Hidup Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan, Rahmad Hidayat Munthe, melontarkan kritik keras terhadap ketimpangan penanganan banjir di Kota Medan setelah viralnya video dari Kompleks Gavency One Gaperta yang menunjukkan tiga pejabat teras Wali Kota Medan, Kapolrestabes Medan, dan Dandim turun bersamaan untuk mengevakuasi satu keluarga di kawasan elite tersebut.
Menurut Munthe, kehadiran tiga pejabat di satu titik evakuasi bukan hanya menimbulkan tanda tanya besar, tetapi juga membuka wajah nyata ketidakadilan penanganan bencana di Medan.
“Banjirnya sama, airnya sama, tapi atensi pejabatnya berbeda kelas. Ketika ribuan warga yang terdampak harus menunggu perahu dan berharap selimut tidak habis, tiga pejabat justru berkumpul di satu komplek elite. Ada apa sehingga perhatian bisa spesifik itu?” tegasnya. Rabu 3/12/2025
Warga Merasa Tak Dianggap: ‘Mungkin Kami Kurang Viral’
Di berbagai titik kota medan terdampak, warga yang rumahnya terendam hingga pinggang mengaku heran melihat prioritas pejabat yang terekam dalam video tersebut.
“Mungkin air di komplek elite lebih dalam dari air di tempat kami,” ujar seorang warga dengan nada getir.
Warga lain menambahkan, “Yang datang ke tempat kami cuma relawan. Mungkin kami kurang viral.”
Menurut Munthe, komentar-komentar itu mencerminkan luka batin masyarakat yang merasa diperlakukan sebagai warga kelas dua di tengah bencana yang mengguyur banjir kota Medan.
Ketidakadilan Penanganan Banjir: ‘Ini Bukan Lagi Soal Air, Ini Soal Prioritas’
Hingga rilis ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari Pemerintah Kota Medan mengenai alasan hadirnya tiga pejabat sekaligus di lokasi elite tersebut. Namun, Munthe menegaskan bahwa publik sudah lebih dulu menilai.
“Ini bukan lagi sekadar banjir. Ini cermin prioritas yang timpang. Banjirnya merata, tapi perhatian pemimpinnya tidak ikut merata.”
Ia menambahkan, pemimpin diuji bukan ketika kamera menyorot, tapi ketika ribuan warga yang tidak viral menunggu uluran tangan.
‘Pejabat Rela Bergelantungan Demi Satu Keluarga, Warga Lain Dibiarkan Bertarung Sendiri’
Munthe menilai bahwa bencana ini berubah menjadi panggung selektif yang hanya menyentuh titik-titik yang dianggap “penting”.
“Ketika pejabat rela bergelantungan demi menyelamatkan satu keluarga di komplek elite, bagaimana nasib ribuan warga lain yang berjuang bertahan tanpa sorotan? Di sinilah rasa keadilan diuji.”
HMI Medan Desak Pemerintah Tunjukkan Keberpihakan yang Setara
Mengakhiri pernyataannya, Kabid Lingkungan Hidup HMI Medan itu menegaskan bahwa bencana bukan soal gaya kepemimpinan, melainkan soal keberpihakan.
“Bencana bukan panggung eksklusif. Ini tanggung jawab kolektif. Kami mendesak Pemerintah Kota Medan untuk menunjukkan kepedulian yang benar-benar merata, bukan hanya kepada mereka yang tinggal di balik pagar tinggi.”
“Jangan biarkan publik berpikir bahwa di kota ini, empati pemerintah hanya mengalir ke arah yang punya akses dan sorotan.” tutup Rahmad Hidayat Munthe, Kabid Lingkungan Hidup HMI Cabang Medan. (Imam Sarianda)






















