Scroll untuk baca artikel
Screenshot 20260319 002516 Canva
Daerah

Dari Batang Kuis Hingga Percut Sei Tuan, Warkop Ketoi Jadi Magnet Kaum Adam: Kopi Mantap, Harga Merakyat, Rezeki Sering Mengalir

×

Dari Batang Kuis Hingga Percut Sei Tuan, Warkop Ketoi Jadi Magnet Kaum Adam: Kopi Mantap, Harga Merakyat, Rezeki Sering Mengalir

Sebarkan artikel ini

 

Dari Batang Kuis Hingga Percut Sei Tuan, Warkop Ketoi Jadi Magnet Kaum Adam: Kopi Mantap, Harga Merakyat, Rezeki Sering Mengalir

DESA KOLAM // FORMAPPEL.com –
Di sudut Gang Padi, Jalan Pembangunan Dusun VI Barat, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, berdiri sebuah warung kopi sederhana yang kini menjelma menjadi titik temu lintas daerah. Warkop Ketoi bukan sekadar tempat ngopi, melainkan ruang berkumpul, berbagi cerita, hingga membuka peluang rezeki bagi banyak kalangan.

Tak heran, hampir setiap hari Warkop Ketoi dipadati kaum Adam. Bukan hanya warga Desa Kolam, pengunjungnya datang dari berbagai penjuru, mulai dari Percut Sei Tuan hingga Batang Kuis. Suasana yang nyaman, kopi yang “nendang”, serta harga yang ramah kantong menjadi alasan utama warung ini kian digandrungi.

Salah satunya Herman, warga Jalan Utomo, Desa Bakaran Batu, Kecamatan Batang Kuis. Meski jarak tak dekat, ia mengaku kerap menyempatkan diri nongkrong di Warkop Ketoi.

“Tempatnya nyaman, kopinya mantap. Makanannya juga gak main-main. Kwetiau goreng, Indomie goreng atau kuah, bumbunya terasa semua. Harganya pun pas dengan kantong kami yang kerjanya kadang ada, kadang kosong,” ujar Herman sambil tersenyum, Selasa malam (27/1/2026).

Bukan hanya soal rasa dan harga, Warkop Ketoi juga dikenal sebagai tempat bertukar cerita dan pengalaman hidup. Dari obrolan santai, kerap lahir informasi pekerjaan hingga saling membantu sesama.

Hal itu dibenarkan Anto, warga Jalan Sempurna, Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan. Menurutnya, Warkop Ketoi telah menjadi “ruang sosial” bagi pekerja serabutan hingga kuli bangunan.

“Di sini bukan cuma ngopi. Kita bisa sharing, dengar cerita, bahkan gak jarang dapat info kerja. Nongkrong di Warkop Ketoi kadang bisa jadi jalan rezeki,” ungkap Anto.

Budi yang biasa akrab disapa Ketoi pemilik warung mengatakan warung tersebut buka mulai pukul 08.00 WIB dan tutup 24.00 WIB. Namun pada Hari Sabtu dan Minggu tutup bisa sampai pukul 02.00 WIB.

Dengan konsep sederhana, rasa yang konsisten, dan suasana yang hangat, Warkop Ketoi perlahan membuktikan diri sebagai warung kopi rakyat yang hidup oleh dan untuk masyarakat. Tak berlebihan jika tempat ini kini menjadi magnet nongkrong lintas daerah, tempat kopi diseruput, cerita dirajut, dan harapan disambung. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *