Daerah

Preman Galak Akhirnya Loyo, Gercep Polsek Batang Kuis Tuai Apresiasi

×

Preman Galak Akhirnya Loyo, Gercep Polsek Batang Kuis Tuai Apresiasi

Sebarkan artikel ini

 

Preman Galak Akhirnya Loyo, Gercep Polsek Batang Kuis Tuai Apresiasi

formappel.com
Biru-Emas-Geometris-Abstrak-Dekoratif-Selamat-Datang-Peserta-Didik-Baru-Ban-20251117-205706-0000
formappel.com

BATANG KUIS // FORMAPPEL.com —Jeritan rakyat kecil kembali terdengar dari Jalan Niaga, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang. Seorang pria yang diduga preman nekat melakukan pungutan liar (pungli) terhadap tukang botot, meminta uang “bongkar muat” tanpa ikut bekerja seujung kuku pun.

Peristiwa itu terjadi Kamis, 5 Februari 2026. Kronologi bermula saat tukang botot yang dipanggil salah satu toko hendak menjual karton seberat 20 kg. Dari transaksi tersebut, keuntungan bersih yang diperoleh tukang botot hanya tak lebih dari Rp8 ribu. Namun ironisnya, terduga pelaku justru meminta Rp15 ribu, jumlah yang bahkan melampaui hasil keringat korban.

Permintaan itu ditolak karena dinilai tak masuk akal dan berbau pemalakan. Lebih memprihatinkan lagi, aksi dugaan pungli tersebut terjadi tak jauh dari Mako Polsek Batang Kuis, seolah hukum tak berarti dan aparat tak ada di mata pelaku.

Aksi ini langsung memantik kemarahan warga. Mereka menilai praktik premanisme semacam ini jelas mencekik rakyat kecil dan tidak boleh dibiarkan berkembang.

Gercep Tanpa Drama, Polsek Batang Kuis Bertindak

Keresahan warga tak dibiarkan berlarut. Dalam waktu singkat, Polsek Batang Kuis Polresta Deli Serdang menunjukkan respons cepat. Katim Reserse Polsek Batang Kuis, Erick Tambunan, langsung turun tangan dan mengamankan seorang pria yang diduga sebagai pelaku pungli di lokasi kejadian.

Langkah cepat ini sontak menuai apresiasi dari masyarakat. Warga menilai polisi kali ini tidak menunggu viral berhari-hari, tidak bertele-tele, dan langsung bertindak tegas.

Galak di Jalan, Loyo di Hadapan Hukum

Arogansi yang sempat dipertontonkan pelaku akhirnya runtuh.

Seorang pemuda berinisial SR, yang sebelumnya terekam video bersikap galak dan intimidatif terhadap tukang botot hingga viral di media sosial, kini tampak tak berkutik saat diamankan petugas.

Dari jagoan jalanan, berubah jadi pesakitan. Dari berani memalak, kini berhadapan langsung dengan hukum.

Warga pun menyampaikan apresiasi luas terhadap Polsek Batang Kuis. Mereka berharap penindakan tegas ini menjadi sinyal keras bahwa tidak ada ruang bagi premanisme dan pungli, sekecil apa pun, terlebih terhadap masyarakat kecil yang hanya ingin mencari makan dengan jujur.

Hukum harus berdiri tegak, bukan tunduk pada arogansi jalanan. Mantap, Polsek Batang Kuis. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *