Daerah

Dulu Penjaga Masjid, Kini Doktor: Kisah Inspiratif Zulkifli Ritonga Putra Terbaik dari Labuhanbatu

×

Dulu Penjaga Masjid, Kini Doktor: Kisah Inspiratif Zulkifli Ritonga Putra Terbaik dari Labuhanbatu

Sebarkan artikel ini

 

Dulu Penjaga Masjid, Kini Doktor: Kisah Inspiratif Zulkifli Ritonga Putra Terbaik dari Labuhanbatu

formappel.com
Biru-Emas-Geometris-Abstrak-Dekoratif-Selamat-Datang-Peserta-Didik-Baru-Ban-20251117-205706-0000
formappel.com

MEDAN // FORMAPPEL.com –
Perjalanan hidup penuh perjuangan kembali membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih puncak pendidikan. Zulkifli Ritonga, putra terbaik Kabupaten Labuhanbatu yang tumbuh dalam kesederhanaan sebagai marbot masjid, kini resmi menyandang gelar Doktor pada Program Studi S-3 Hukum Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Medan.

Dalam Ujian Promosi Doktor yang berlangsung khidmat dan penuh dinamika ilmiah, Zulkifli mempertahankan disertasinya berjudul “Inklusifitas Pelayanan Perkawinan di Kementerian Agama Republik Indonesia (Studi Kritik terhadap Konsep Pelayanan Perkawinan di Indonesia)”. Penelitian tersebut menawarkan pembaruan sistem pelayanan perkawinan nasional berbasis inklusivitas, maqashid syariah, serta perlindungan hak warga negara.

Ujian akademik ini dipandu oleh para penguji luar biasa yang memiliki reputasi kuat di bidang Hukum Islam, yakni:
– Prof. Dr. Watni Marpaung, MA
– Dr. Arifuddin Muda Harahap, M.Hum
– Prof. Dr. Ahmad Yani Ansori, M.Ag
– Dr. Arifin Marpaung, MA
– Dr. Mhd Yadi Harahap, MH

Forum sidang berlangsung dinamis dengan pertanyaan-pertanyaan kritis dan analitis. Namun, Zulkifli mampu menjawabnya dengan argumentasi yang sistematis, berbasis regulasi, serta diperkuat kerangka teori yang kokoh.

Keberhasilan ini terasa begitu emosional. Zulkifli merupakan putra dari Bapak Abdul Somad dan Almarhumah ibu Gek Lang, keluarga sederhana yang menanamkan nilai kerja keras, keikhlasan, dan kecintaan terhadap ilmu. Dari lingkungan masjid dan kehidupan yang penuh keterbatasan, ia tumbuh dengan semangat belajar yang tak pernah padam.

Kini, gelar doktor yang diraihnya bukan hanya prestasi pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi keluarga, masyarakat Labuhanbatu, dan dunia akademik Sumatera Utara. Kisahnya menjadi inspirasi bahwa marbot penjaga masjid pun mampu berdiri sejajar di hadapan para guru besar dan mengukir sejarah di panggung akademik tertinggi.

Zulkifli Ritonga membuktikan bahwa doa, ketekunan, dan komitmen terhadap ilmu pengetahuan mampu mengubah mimpi menjadi kenyataan. Labuhanbatu pun patut berbangga memiliki putra daerah yang mengharumkan nama kampung halaman di tingkat akademik nasional. (Imam Sarianda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *