Daerah

Lebih dari 30 Kali Layani Nafsu Birahi Ayah Predator,  Siswi 12 Tahun di Deli Serdang Diancam dan Dibungkam Dalam Ketakutan

16
×

Lebih dari 30 Kali Layani Nafsu Birahi Ayah Predator,  Siswi 12 Tahun di Deli Serdang Diancam dan Dibungkam Dalam Ketakutan

Sebarkan artikel ini

Lebih dari 30 Kali Layani Nafsu Birahi Ayah Predator,  Siswi 12 Tahun di Deli Serdang Diancam dan Dibungkam Dalam Ketakutan

DELI SERDANG // FORMAPPEL.com –
Kisah pilu kekerasan seksual pada anak kembali terjadi. Kali ini menimpa seorang siswi SD di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Hal yang lebih memiriskan dari peristiwa ini, pelakunya adalah ayah kandung korban itu sendiri. Alih-alih mendapat perlindungan dari sesosok orang tua, tapi justru gadis bertubuh mungil tersebut dijadikan ‘budak seks’ melayani nafsu birahi sang ayahnya selama lima bulan.

‎Selain pelecehan seksual, anak sulung dari empat bersaudara ini mendapat ancaman dari sang ayah ‘predator’.

Kasus kekerasan seksual tersebut diungkapkan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Deli Serdang, Junaidi Malik SH.

‎Ia mengaku mengetahui adanya kasus pencabulan ini setelah menerima informasi dari anggota DPRD Kabupaten Deli Serdang Fraksi PKS Andi Baso.

‎”Setelah melakukan asesmen fakta mengejutkan terkuak. Ayah kandungnya ‘menggerayangi’ tubuh korban di atas kasur pada malam hari,” ungkap Junaidi Malik, Sabtu (6/6/2026).

‎Ia mengungkapkan, kasus ini terbongkar di awal bulan Juni 2026. Bukan dari laporan awal kepolisian, melainkan dari jeritan korban yang selama ini terpendam.

“Dalam perbincangan kepada anak kita tersimpan kenyataan pahit bahwa korban dipaksa melayani nafsu seksual ayahnya sendiri sejak bulan Februari hingga Juni 2026,” ungkap Junaidi Malik.

‎Aksi bejat sang predator anak ini bukan sekali, melainkan berulang kali. Luka itu terus dipendam korban dalam diam.

“Dari pengakuan korban, ayahnya melakukan pencabulan sebanyak lebih dari 30 kali. Perbuatan bejat dilakukan yang bersangkutan dua hari sekali,” kata Junaidi Malik.

Menurut Junaidi Malik, peristiwa tersebut bukan sekadar tindak pidana. Ini adalah kisah tentang runtuhnya rasa aman seorang anak, di tempat yang seharusnya menjadi ruang paling aman: rumah.

‎”Kekerasan dalam kasus ini bukan hanya fisik, tetapi juga emosional, membungkam korban dalam ketakutan. Karena, ia mendapat ancaman dari pelaku agar tidak memberitahukan kepada siapapun. Namun, berkat keberanian korban akhirnya menceritakan peristiwa memiluhkan yang dialaminya kepada temannya,” kata Junaidi Malik.

fd9b2591 a4de 4478 a85e 8d627dbe749e

‎Pelaku saat ini sudah ditahan setelah pihak keluarga menyerahkan kepada petugas kepolisian.

‎”Pelaku diserahkan keluarga kepada Polisi,” ungkapnya.

‎Sementara itu, Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Deli Serdang AKP Hendri Ginting, mengatakan pelaku melakukan aksi bejatnya dengan cara memaksa korban.

‎”Korban dalam keadaan tak berdaya tidak bisa berbuat apa-apa dibuka bajunya oleh ayah kandungnya. Kemudian yang bersangkutan melakukan pencabulan,” kata Hendri.

‎Aksi pencabulan dilakukan pelaku saat istrinya tidak berada di rumah lantaran bekerja di luar negeri.

“Istri pelaku jadi TKW di Malaysia. Di situlah, yang bersangkutan memanfaatkan kesempatan untuk melampiaskan nafsu bejatnya kepada anak kandungnya sendiri,” ujarnya.

Pelaku kini sudah dijebloskan ke dalam rumah tahanan Satreskrim Polresta Deli Serdang untuk menanggung perbuatannya.

‎”Kita masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *