Sumatera Utara — Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Memajukan Sumatera Utara (APMPEMUS) menyampaikan apresiasi yang tinggi sekaligus dukungan penuh terhadap langkah strategis yang diambil oleh Direktur Hubungan dan Kelembagaan PalmCo, Arya Shandiyudha, dalam memperkuat sinergi kelembagaan, membenahi sistem internal, serta membuka ruang kemitraan eksternal yang lebih luas dan konstruktif, khususnya di lingkungan PTPN IV Regional I dan II di Sumatera Utara.
Langkah ini dinilai bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan sebuah arah baru yang mencerminkan kepemimpinan visioner, progresif, dan berorientasi pada solusi nyata atas berbagai persoalan krusial yang selama ini membayangi sektor perkebunan negara.
APMPEMUS melihat bahwa selama ini terdapat sejumlah tantangan serius yang perlu ditangani secara komprehensif, di antaranya lemahnya pengamanan aset yang berdampak pada hilangnya aset negara, maraknya pencurian hasil perkebunan, penurunan kualitas lahan akibat tata kelola yang belum optimal, hingga potensi konflik lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang kerap memicu ketegangan antara perusahaan dan masyarakat.
Tidak hanya itu, persoalan komunikasi yang belum efektif antara perusahaan dengan masyarakat sekitar, minimnya keterlibatan masyarakat lokal dalam ekosistem ekonomi perusahaan, serta isu-isu lingkungan hidup seperti potensi pencemaran dari aktivitas pabrik kelapa sawit (PKS), turut menjadi perhatian serius yang membutuhkan pendekatan menyeluruh dan berimbang.
Dalam konteks tersebut, langkah yang diambil oleh Arya Shandiyudha melalui penguatan internal perusahaan yang dibarengi dengan pembangunan kemitraan eksternal dinilai sebagai jawaban konkret dan tepat sasaran. Pendekatan ini menempatkan transparansi, keterbukaan informasi publik, serta dialog yang inklusif sebagai fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat sistem pengelolaan perusahaan.
APMPEMUS menilai bahwa penguatan internal PTPN IV Regional I dan II merupakan langkah fundamental dalam menciptakan sistem yang lebih disiplin, profesional, dan berintegritas. Sementara itu, kemitraan eksternal dengan masyarakat, organisasi kepemudaan, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam meredam potensi konflik, menjaga stabilitas sosial, serta menciptakan hubungan yang saling menguatkan.
“Ini adalah langkah yang tepat dan sangat dibutuhkan. Pendekatan yang tidak hanya tegas, tetapi juga komunikatif dan terbuka, akan menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga aset negara sekaligus membangun kepercayaan masyarakat,” tegas Ketua APMPEMUS, Iqbal, S.H.
Lebih lanjut, APMPEMUS menekankan bahwa transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama dalam setiap kebijakan dan operasional perusahaan. Setiap potensi penyimpangan, termasuk dugaan tindak pidana korupsi, harus dicegah melalui sistem yang kuat, pengawasan yang ketat, serta keterbukaan terhadap publik.
Di sisi lain, penyelesaian konflik lahan HGU juga harus dilakukan dengan pendekatan hukum yang jelas, didukung data yang transparan, serta ruang dialog yang adil dan terbuka bagi semua pihak. Pendekatan humanis yang tetap berpijak pada aturan hukum diyakini akan mampu menciptakan solusi yang berkelanjutan.
APMPEMUS juga mendorong agar ke depan, PTPN IV Regional I dan II semakin aktif menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat sekitar, termasuk membuka akses ekonomi, menciptakan peluang kerja, serta melibatkan masyarakat lokal sebagai bagian dari ekosistem perusahaan.
Dengan latar belakang kuat dalam keterbukaan informasi publik, Arya Shandiyudha dinilai sebagai figur yang mampu menjembatani kepentingan perusahaan dengan aspirasi masyarakat secara seimbang. Kepemimpinan yang adaptif, komunikatif, dan berorientasi kolaborasi ini diyakini akan membawa PTPN ke arah yang lebih baik.
APMPEMUS menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memberikan dukungan, tetapi juga siap menjadi mitra konstruktif dalam mengawal setiap langkah perbaikan yang dilakukan. Peran sebagai kontrol sosial akan tetap dijalankan secara objektif dan bertanggung jawab demi memastikan bahwa setiap kebijakan benar-benar berdampak bagi masyarakat.
“Kami percaya, dengan penguatan internal yang solid dan kemitraan eksternal yang inklusif, PTPN IV Regional I dan II akan menjadi lebih kuat, lebih profesional, dan lebih dipercaya. Ini bukan hanya tentang perusahaan, tetapi tentang bagaimana aset negara dikelola untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat,” tambah Iqbal.
Dengan sinergi yang kuat, kepemimpinan yang berintegritas, serta komitmen terhadap kepentingan publik, APMPEMUS optimis bahwa PTPN di Sumatera Utara akan mampu menjawab berbagai tantangan, sekaligus menghadirkan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
APMPEMUS menutup pernyataannya dengan penegasan sikap:
1. Mendukung langkah strategis.
2. Mengawal proses perubahan.
3. Menjadi mitra konstruktif demi kepentingan negara dan masyarakat.
PTPN kuat, masyarakat sejahtera, aset negara terjaga.





















