Daerah

Wacana MBG ke Kantin Sekolah Picu Gejolak: Relawan SPPG Terancam Kehilangan Nafkah

12
×

Wacana MBG ke Kantin Sekolah Picu Gejolak: Relawan SPPG Terancam Kehilangan Nafkah

Sebarkan artikel ini

 

Wacana MBG ke Kantin Sekolah Picu Gejolak: Relawan SPPG Terancam Kehilangan Nafkah

fd9b2591 a4de 4478 a85e 8d627dbe749e

ACEH TENGGARA // FORMAPPEL.com – Kabar mengenai rencana pengalihan pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke kantin-kantin sekolah mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan relawan yang selama ini terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.

Para relawan menilai, apabila wacana tersebut benar-benar direalisasikan, keberadaan mereka yang selama ini membantu operasional SPPG berpotensi terdampak, termasuk kehilangan mata pencaharian.

Kekhawatiran itu salah satunya disampaikan dari SPPG Lawe Aunan, Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara. SPPG tersebut selama ini menangani distribusi MBG untuk penerima manfaat di sekitar 15 sekolah dan 15 posyandu di wilayah kerjanya.

Dalam pelaksanaan program tersebut, para relawan memiliki peran dalam membantu berbagai kegiatan operasional dan pendistribusian makanan bergizi hingga diterima para penerima manfaat.

PIC SPPG Lawe Aunan, Khairanisa Yoranda, mengatakan pihaknya keberatan dengan adanya wacana pengalihan MBG ke kantin sekolah.

Hal itu disampaikannya kepada awak media, Kamis (10/9/2026).

Menurut Khairanisa, pemerintah perlu mempertimbangkan secara matang dampak kebijakan tersebut terhadap para relawan yang selama ini telah membantu pelaksanaan program MBG melalui SPPG.

“Kami cukup menolak adanya wacana pengalihan MBG ke kantin sekolah. Hal ini cukup mengancam mata pencaharian para relawan yang selama ini telah banyak membantu SPPG,” ujarnya.

Ia mempertanyakan bagaimana nasib para relawan apabila sistem pelaksanaan MBG melalui SPPG nantinya benar-benar dialihkan ke kantin sekolah.

“Apabila SPPG dialihkan ke kantin sekolah, bagaimana nasib relawan SPPG yang akan kehilangan mata pencahariannya? Berapa banyak angka pengangguran yang akan terjadi apabila wacana ini benar-benar terlaksana?” katanya.

Khairanisa berharap Badan Gizi Nasional (BGN) tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan terkait wacana tersebut. Menurutnya, perlu dilakukan kajian secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk keberlangsungan tenaga relawan yang selama ini menjadi bagian dari operasional SPPG.

“Kami sangat berharap kepada BGN agar dapat melakukan kajian yang mendalam terkait wacana pengalihan MBG ke kantin-kantin sekolah. Jangan sampai kebijakan tersebut justru menimbulkan persoalan baru di lapangan,” pungkasnya.

Para relawan berharap setiap perubahan mekanisme pelaksanaan MBG nantinya tidak hanya mempertimbangkan aspek distribusi dan efisiensi program, tetapi juga memperhatikan keberadaan serta keberlangsungan pekerjaan masyarakat yang selama ini terlibat dalam operasional SPPG. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *