Daerah

Transformasi Besar PTPN IV! 176 Unit Tersertifikasi, Target 100 Persen Dikejar: ESG dan Anti Suap Jadi Pilar Utama

8
×

Transformasi Besar PTPN IV! 176 Unit Tersertifikasi, Target 100 Persen Dikejar: ESG dan Anti Suap Jadi Pilar Utama

Sebarkan artikel ini

 

Transformasi Besar PTPN IV! 176 Unit Tersertifikasi, Target 100 Persen Dikejar: ESG dan Anti Suap Jadi Pilar Utama

fd9b2591 a4de 4478 a85e 8d627dbe749e

JAKARTA // FORMAPPEL.com – PTPN IV PalmCo mempercepat penguatan tata kelola dan penerapan standar global melalui akselerasi berbagai program sertifikasi di seluruh regional, dengan capaian hingga Agustus 2026 sebanyak 176 unit tersertifikasi ISO 9001 Sistem Manajemen Mutu, 143 unit ISO 14001 Sistem Manajemen Lingkungan, 191 unit Sistem Manajemen K3, 3 unit ISO 22000 Sistem Manajemen Keamanan Pangan, serta 8 Unit tersertifikasi ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan sekaligus mempertahankan progres sertifikasi RSPO sebanyak 67 PKS dan 124 kebun. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memastikan operasional perkebunan semakin berstandar, berkelanjutan, dan mampu menciptakan nilai tambah jangka panjang.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa percepatan sertifikasi merupakan bagian dari transformasi tata kelola perusahaan untuk memastikan penerapan standar global tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi menjadi sistem kerja yang terintegrasi dalam operasional seluruh wilayah kerja.

“Kami melihat sertifikasi sebagai bagian dari transformasi tata kelola. Standar yang diterapkan harus menjadi sistem kerja yang nyata, terintegrasi dalam operasional, dan mampu memastikan setiap proses berjalan secara konsisten, efisien, serta bertanggung jawab,” terang Jatmiko.

Direktur Strategi dan Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, menambahkan bahwa penerapan standar keberlanjutan menjadi fondasi untuk memastikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG berjalan secara terukur dan terintegrasi dalam kegiatan perusahaan. Menurutnya, penguatan standar juga berjalan seiring dengan implementasi ekonomi sirkular melalui optimalisasi sumber daya dan pemanfaatan limbah kelapa sawit sehingga mampu memberikan manfaat lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi perusahaan.

“Implementasi ekonomi sirkular juga menjadi bagian dari upaya kami menciptakan nilai dari setiap sumber daya yang dimiliki, termasuk melalui pemanfaatan limbah kelapa sawit yang tidak hanya menyelesaikan tantangan lingkungan, tetapi juga membuka peluang penciptaan nilai tambah secara keekonomian,” ujar Ugun Untaryo.

Akselerasi tersebut tercermin dari realisasi ISO 9001 dengan capaian sebesar 85 persen dari target, sementara ISO 14001 dengan capaian 69 persen dari target dan pada aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja, penerapan Sistem Manajemen K3 berdasarkan PP Nomor 50 Tahun 2012 dengan capaian 59 persen dari target, di proyeksikan sampai dengan Desember 2026 seluruh target sertifikasi Sistem Manajemen dapat tercapai 100 persen. Hal tersebut menunjukkan upaya perusahaan memperkuat perlindungan pekerja sekaligus memastikan standar keselamatan menjadi bagian integral dari operasional.

Memperluas Standar Global, Memperkuat Keberlanjutan

Ke depan, percepatan akan difokuskan pada penyelesaian sejumlah tantangan yang masih memengaruhi pencapaian sertifikasi. Untuk program RSPO, di antaranya penyelesaian proses Land Use Change Analysis (LUCA), klarifikasi hasil review LUCA.

Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda strategis PTPN IV PalmCo untuk memastikan penerapan ESG tidak berhenti pada pemenuhan sertifikasi, tetapi diterjemahkan menjadi standar kerja yang konsisten di seluruh regional. Dengan memperkuat sistem manajemen mutu, lingkungan, K3, keamanan pangan, anti penyuapan, kompetensi SDM, serta sertifikasi RSPO dan PROPER, perusahaan membangun fondasi operasional yang lebih akuntabel, aman, efisien, dan berkelanjutan.

Akselerasi sertifikasi di seluruh unit dan kebun diharapkan tidak hanya memperkuat posisi PTPN IV PalmCo dalam memenuhi standar nasional maupun global, tetapi juga menghasilkan dampak lingkungan yang lebih terukur melalui pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab, pengurangan risiko lingkungan, peningkatan kepatuhan, serta penerapan praktik perkebunan berkelanjutan. (Imam Sarianda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *