Deli SerdangPeristiwa

Mediasi Jalan Ibnu Khatab Memanas: Konflik Warga dan PT Trans Continent Tak Terselesaikan

×

Mediasi Jalan Ibnu Khatab Memanas: Konflik Warga dan PT Trans Continent Tak Terselesaikan

Sebarkan artikel ini
Mediasi konflik Jln Ibnu Khatab Desa Tanjung Morawa B (27/12)

Mediasi Jalan Ibnu Khatab Memanas: Konflik Warga dan PT Trans Continent Tak Terselesaikan

Tanjung Morawa //Formappel.com– Perseteruan antara warga Dusun III Desa Tanjung Morawa B dan PT Trans Continent terkait penggunaan Jalan Ibnu Khatab terus memanas.

formappel.com
Biru-Emas-Geometris-Abstrak-Dekoratif-Selamat-Datang-Peserta-Didik-Baru-Ban-20251117-205706-0000
formappel.com

Mediasi yang digelar Jumat (27/12/2024) di Café Bahyung, Jalan Lintas Medan-Lubuk Pakam, berlangsung tegang dan kembali berakhir tanpa solusi.

Latar Belakang Konflik

Warga sebelumnya melakukan aksi blokir Jalan Ibnu Khatab, melarang truk angkutan berat milik PT Trans Continent melintas.

Alasannya, jalan tersebut dianggap tidak sesuai kapasitas kendaraan berat.

Namun, yang menjadi sorotan, hanya angkutan PT Trans Continent yang dipermasalahkan, sementara kendaraan perusahaan lain bebas melintas.

Tampak Hdir Anggota DPRD Deli Serdang Fraksi Gerindra Paian Purba SH, dalam acara mediasi

Menurut Deni, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Deli Serdang, Jalan Ibnu Khatab merupakan jalan kelas 3 dengan kapasitas maksimal 8 ton. Kendati demikian, perusahaan tetap menggunakan jalan ini untuk operasional angkutan mereka.

Mediasi Berlangsung Tegang

Mediasi dihadiri berbagai pihak, termasuk Anggota DPRD Deli Serdang Paian Purba, SH, Sekcam Tanjung Morawa Dedy Basry Batubara, Kepala Desa Tanjung Morawa B Nazarianti, perwakilan Dinas Perhubungan, Satpol PP, Babinsa, dan Babinkamtibmas. CEO PT Trans Continent, Yusuf, juga hadir untuk memberikan penjelasan langsung.

Dalam forum tersebut, warga mempertanyakan status dan aturan jalan.

“Apakah kapasitas jalan ini benar-benar memungkinkan truk berat melintas? Mengapa hanya kendaraan PT Trans Continent yang jadi masalah?” tanya Melisa, salah satu warga.

Nazarianti, Kepala Desa Tanjung Morawa B, berharap mediasi bisa berjalan kondusif.

“Kita harus mencari solusi bersama. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan jika kita mau berdialog dengan hati dingin,” ujarnya.

Namun, suasana menjadi panas ketika warga mengungkap kekecewaan terhadap perusahaan yang dinilai kurang berkontribusi kepada masyarakat.

“Sejak 17 Agustus lalu, bantuan perusahaan tidak lagi merata, Ada yang dapat, ada yang tidak. Bahkan jumlahnya sangat minim. Perusahaan terkesan pelit,” ungkap salah seorang warga.

Pernyataan PT Trans Continent

CEO PT Trans Continent, Yusuf, membantah tudingan tersebut.

Ia menyebut perusahaannya telah memberikan berbagai kontribusi kepada warga sejak beroperasi pada 2015.

“Kami selalu peduli dengan warga, Kami rutin memberikan bantuan seperti STM, menimbun jalan becek, bahkan menyediakan dana untuk kegiatan olahraga di desa,” tegas Yusuf.

Yusuf juga mengklaim bahwa perusahaannya merupakan bagian dari komunitas lokal.

“Saya bukan pendatang, Saya asli Tanjung Morawa dan tinggal di Jalan Ibnu Khatab.

Perusahaan ini tumbuh bersama masyarakat. Kami selalu berusaha menjaga hubungan baik,” ujarnya.

Kontroversi Jalur Alternatif

Warga mengusulkan agar angkutan PT Trans Continent hanya menggunakan satu jalur: masuk dari Jalan Sungai Blumai dan keluar melalui Jalan Ibnu Khatab. Namun, perusahaan keberatan karena jarak tempuh yang dinilai lebih jauh.

Beberapa warga bahkan mendesak agar jalan sepanjang 170 meter di kawasan tersebut diaspal seperti Jalan Industri yang sebelumnya dikerjakan Dinas Perhubungan.

Namun, usulan ini belum mendapatkan tanggapan positif dari pihak terkait.

Kesimpulan dan Penundaan Keputusan

Mediasi berakhir tanpa kesepakatan.

Konflik ini semakin mengarah pada perpecahan di antara warga, di mana sebagian mendukung operasional perusahaan sementara sebagian lainnya menentang keras.

Mediasi lanjutan akan digelar langsung di lokasi jalan untuk mencari titik temu yang dapat diterima semua pihak.

Hingga saat ini, ketegangan masih membayangi hubungan antara warga dan perusahaan.

Masih ditempat yang sama, Paian Purba SH, Anggota DPRD Deli Serdang Fraksi Gerindra meminta kepada pihak perusahaan agar permasalahan ini dapat diselesaikan secepatnya.

“Ini masalah kecil dan bukan masalah yang rumit, pihak perusahaan harus segera menyelesaikan konflik ini, jangan dibiarkan berlarut larut sehingga menjadi perpecahan antara warga” kata Paian.

Amatan Awakmedia

Apakah konflik ini akan menemukan jalan keluar, atau justru memicu eskalasi lebih lanjut?

(R lubis)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *