Avanza Pembawa Sabu “Kemasan Durian” Tumbang di Tol Lubuk Pakam
DELI SERDANG // FORMAPPEL.com –
Aksi penyelundupan narkotika skala besar kembali digagalkan dengan cara dramatis. Tim Satresnarkoba Polresta Deli Serdang melakukan penyergapan tegas terhadap sebuah mobil Toyota Avanza putih di pintu keluar Tol Lubuk Pakam, yang diduga membawa puluhan kilogram sabu siap edar.
Detik-detik penindakan ini terekam kamera warga dan langsung viral. Dalam video tersebut, petugas tampak mengepung kendaraan dan menodongkan senjata ke arah pelaku yang sempat bertahan di dalam mobil, menolak membuka pintu selama beberapa menit. Situasi menegang hingga akhirnya tiga orang di dalam mobil menyerah dan keluar, lalu langsung diborgol tanpa perlawanan.
Pengungkapan ini bukan operasi biasa. Polisi telah melakukan pembuntutan intensif sejak kendaraan bergerak dari Tanjung Balai, melintasi Tol Kisaran, hingga akhirnya diputuskan untuk dilakukan takedown di titik krusial pintu tol Lubuk Pakam guna menghindari kejar-kejaran berisiko tinggi di jalan raya.
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan barang bukti dalam jumlah mencengangkan. Selain puluhan kilogram sabu, turut diamankan berbagai jenis narkotika lain seperti Happy Water, pod vaping berisi zat terlarang, serta ekstasi dalam jumlah besar. Modus yang digunakan pun terbilang licik: sabu dikemas rapi dengan bungkus bergambar durian untuk mengelabui aparat.
Kapolresta Deli Serdang, KBP Hendria Lesmana, melalui Kasatresnarkoba Kompol Fery Kusnadi menegaskan bahwa ketiga pelaku diduga kuat merupakan bagian dari sindikat narkoba jaringan internasional.
“Ini bukan pemain kecil. Kami mengamankan sedikitnya empat jenis narkotika berbeda. Kasus ini masih terus kami kembangkan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas,” tegas Kompol Fery kepada media pada Kamis 23/4/2026.
Strategi takedown di titik kemacetan menjadi kunci keberhasilan operasi ini. Dengan memanfaatkan kondisi kendaraan yang berhenti, tim bergerak cepat dan terukur, menekan risiko terhadap pengguna jalan lain sekaligus memastikan pelaku tidak memiliki ruang untuk melarikan diri.
Informasi awal menyebutkan, barang haram tersebut rencananya akan diedarkan di wilayah Deli Serdang, khususnya kawasan Lubuk Pakam dan sekitarnya. Namun hingga kini, polisi masih menutup rapat identitas lengkap pelaku serta rincian pasti jumlah barang bukti karena proses penyidikan masih berjalan.
Pengungkapan ini menjadi sinyal keras bahwa peredaran narkoba masih menjadi ancaman nyata dan terorganisir. Aparat memastikan tidak akan memberi ruang sedikit pun bagi jaringan pengedar hingga ke akar-akarnya. (Red)






















