Daerah

MBG Kembali Disorot: Dugaan Keracunan di SMAN 1 Berastagi Picu Desakan Audit Total Keamanan Pangan

5
×

MBG Kembali Disorot: Dugaan Keracunan di SMAN 1 Berastagi Picu Desakan Audit Total Keamanan Pangan

Sebarkan artikel ini

MBG Kembali Disorot: Dugaan Keracunan di SMAN 1 Berastagi Picu Desakan Audit Total Keamanan Pangan

KARO // FORMAPPEL.com —
‎Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Puluhan siswa SMAN 1 Berastagi, Kabupaten Karo, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG dan mendapat penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSU Efarina Etaham, RS Amanda, dan RSU Kabanjahe.

fd9b2591 a4de 4478 a85e 8d627dbe749e

‎Peristiwa ini menjadi alarm serius terhadap keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG. Pemerintah Kabupaten Karo dan pihak terkait dituntut tidak bersikap pasif. Penyebab kejadian harus segera diungkap melalui pemeriksaan medis, investigasi lapangan, serta pengujian laboratorium terhadap sampel makanan.

‎Informasi mengenai siswa yang mengalami keluhan setelah menyantap MBG perlu diverifikasi secara resmi. Jangan sampai dugaan berkembang menjadi tudingan tanpa dasar. Namun sebaliknya, dugaan serius seperti ini juga tidak boleh dianggap sepele sebelum ada penjelasan yang transparan dari pihak berwenang.

‎Ketum Formappel’RI: Keselamatan Siswa Jangan Jadi Taruhan

‎Ketua Umum Formappel’RI (Forum Masyarakat Peduli dan Pemerhati Lingkungan Republik Indonesia), R. Anggi Syaputra, meminta Pemkab Karo bergerak cepat dan membuka informasi kepada publik.

‎“Ini menyangkut keselamatan anak-anak sekolah. Kalau benar ada masalah pada makanan MBG, jangan ditutup-tutupi. Pemerintah harus berani mengungkap fakta, bukan sekadar memberikan pernyataan normatif. Periksa makanan, periksa proses distribusinya, periksa SPPG dan seluruh rantai pasoknya,” tegas R. Anggi Syaputra.

‎Ia meminta data jumlah siswa terdampak, kondisi kesehatan mereka, hasil pemeriksaan medis, serta hasil uji laboratorium disampaikan secara transparan dengan tetap menghormati privasi siswa.

‎“Kami tidak ingin ada pihak yang langsung dijadikan kambing hitam. Tetapi kalau hasil pemeriksaan membuktikan adanya kelalaian, maka harus ada pertanggungjawaban. Jangan sampai keselamatan siswa dikalahkan oleh kepentingan program atau kepentingan vendor,” ujarnya Kamis 13/8/2026.

‎R. Anggi juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan pangan MBG di wilayah Kabupaten Karo, mulai dari bahan baku, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, distribusi hingga makanan diterima siswa.

‎Junaidi Malik: Jangan Tunggu Kejadian Terulang

Sementara itu, Junaidi Malik SH selaku Direktur Garda Pangan Nusantara (GPN) menilai dugaan kejadian tersebut harus menjadi momentum untuk memperketat pengawasan keamanan pangan dalam program MBG.

“Program MBG adalah program yang sangat baik karena menyentuh kebutuhan anak-anak. Tetapi aspek gizinya tidak boleh dipisahkan dari keamanan pangan. Makanan yang bergizi harus dipastikan aman dikonsumsi,” kata Junaidi Malik.

‎Menurutnya, investigasi harus dilakukan secara objektif dan berbasis bukti. Sampel makanan yang masih tersedia perlu diamankan dan diuji oleh laboratorium yang berwenang agar penyebab kejadian dapat diketahui secara ilmiah.

“Jangan hanya mencari siapa yang salah. Cari akar masalahnya. Apakah persoalannya bahan baku, proses memasak, kebersihan, penyimpanan, distribusi, atau faktor lainnya. Setelah penyebab ditemukan, barulah tindakan tegas diberikan kepada pihak yang terbukti bertanggung jawab,” tegasnya.

‎Junaidi juga meminta pemerintah memastikan siswa yang terdampak memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal dan tidak dibebani persoalan biaya akibat kejadian tersebut.

‎Pemkab Karo Dituntut Transparan

‎Desakan kini mengarah kepada Pemerintah Kabupaten Karo agar segera memberikan penjelasan resmi mengenai kejadian tersebut. Dinas terkait diminta tidak menunggu polemik semakin besar sebelum menyampaikan informasi kepada masyarakat.

‎Secara lebih luas, evaluasi terhadap rantai pasok MBG juga dinilai penting agar kejadian serupa tidak terulang di daerah lain.

‎Apabila hasil investigasi resmi nantinya menemukan pelanggaran atau kelalaian, maka sanksi harus diberikan sesuai ketentuan hukum dan standar penyelenggaraan MBG.

‎Satu hal yang harus menjadi prioritas: keselamatan siswa tidak boleh menjadi taruhan.

‎Program MBG harus menghadirkan makanan yang bergizi, higienis, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dugaan keracunan di SMAN 1 Berastagi harus diusut sampai terang agar kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut tidak semakin tergerus. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *