Daerah

Klarifikasi Kepsek SDN 050652 Perkebunan Sei Musam: Kerusakan Parah Sudah Diusulkan Berulang Kali ke Dinas, Belum Terealisasi

128
×

Klarifikasi Kepsek SDN 050652 Perkebunan Sei Musam: Kerusakan Parah Sudah Diusulkan Berulang Kali ke Dinas, Belum Terealisasi

Sebarkan artikel ini

Klarifikasi Kepsek SDN 050652 Perkebunan Sei Musam: Kerusakan Parah Sudah Diusulkan Berulang Kali ke Dinas, Belum Terealisasi

BAHOROK // FORMAPPEL.com – Menyusul pemberitaan terkait kondisi memprihatinkan di SD Negeri 050652 Perkebunan Sei Musam, Desa Perkebunan Sei Musam, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Kepala Sekolah Morina akhirnya memberikan klarifikasi dan penjelasan resmi kepada awak media, Senin (28/9/2026).

fd9b2591 a4de 4478 a85e 8d627dbe749e

‎Melalui sambungan WhatsApp sekitar pukul 08.30 WIB, Morina mengakui bahwa kondisi sejumlah fasilitas sekolah memang mengalami kerusakan, khususnya pada bagian plafon, atap, serta sarana belajar seperti meja dan kursi. Namun, ia menegaskan bahwa pihak sekolah tidak tinggal diam dan telah berulang kali mengusulkan perbaikan kepada instansi terkait.

‎“Untuk fasilitas gedung yang rusak seperti plafon dan atap, serta meja kursi, kami sudah tiga kali mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat. Bahkan tim dari dinas sudah pernah turun meninjau kondisi sekolah, namun hingga saat ini belum ada realisasi,” ujar Morina.

‎Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berupaya menindaklanjuti usulan tersebut, termasuk berkoordinasi dengan bidang sarana dan prasarana di Dinas Pendidikan. Namun, menurutnya, pihak dinas meminta sekolah untuk bersabar karena keterbatasan anggaran.

‎“Jawaban dari dinas, permohonan sudah diterima, namun diminta bersabar karena anggaran terbatas,” tambahnya.

Terkait sorotan atap seng yang tampak lapuk, Morina menjelaskan bahwa bangunan tersebut merupakan rumah dinas tenaga pengajar, bukan ruang belajar utama. Meski demikian, pihak sekolah telah meminta bantuan kepada perusahaan sekitar, yakni PT Musam Uching, untuk melakukan perbaikan demi menghindari potensi bahaya bagi siswa.

Menanggapi kondisi sanitasi yang disorot, Morina menjelaskan bahwa kerusakan pada fasilitas MCK disebabkan oleh gangguan pada pipa air dari sumur bor yang rusak akibat banjir beberapa waktu lalu.

‎“Karena curah hujan tinggi, lokasi sekolah sempat terdampak banjir dan mengakibatkan pipa air menuju kamar mandi rusak,” jelasnya.

Ia juga memastikan bahwa sekolah sebenarnya memiliki mesin air, namun disimpan di dalam ruangan guru guna menghindari kehilangan. Disebutkan, pihak sekolah telah kehilangan sedikitnya tiga unit mesin air sebelumnya.

“Mesin air ada, tapi kami simpan di dalam karena kalau di luar sering hilang. Kami juga baru membeli mesin air beberapa waktu lalu,” katanya.

Terkait papan identitas sekolah yang tidak terpasang, Morina menyebutkan bahwa pihak sekolah telah memesan papan tersebut menggunakan dana BOS dan saat ini masih dalam proses pengerjaan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penggunaan dana BOS tetap dilakukan sesuai peruntukan, termasuk untuk perbaikan ringan sarana dan prasarana sekolah yang akan dilakukan pada pencairan triwulan IV.

“Ke depan, dari dana BOS triwulan IV, kami akan lakukan perbaikan ringan seperti handel pintu, meja dan kursi agar siswa lebih nyaman belajar,” ungkapnya.

Pihak sekolah juga membuka ruang komunikasi dan menyatakan kesediaannya untuk bertemu langsung dengan awak media guna memberikan penjelasan lebih rinci.

Sebelumnya, kondisi SDN 050652 Sei Musam menjadi sorotan publik setelah diberitakan mengalami kerusakan cukup parah, mulai dari plafon berlubang, atap lapuk, hingga fasilitas sanitasi yang tidak berfungsi optimal. Bahkan, muncul dugaan dari sejumlah warga terkait transparansi pengelolaan dana BOS.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan instansi terkait dapat segera mengambil langkah konkret, baik melalui percepatan realisasi perbaikan maupun evaluasi menyeluruh, guna memastikan kegiatan belajar mengajar berlangsung aman dan layak bagi para siswa. (Tolhas Pasaribu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *