BeritaPeristiwa

Diduga Depresi, Seorang Pria Di Bukit Lawang Ditemukan Gantung Diri

×

Diduga Depresi, Seorang Pria Di Bukit Lawang Ditemukan Gantung Diri

Sebarkan artikel ini

 

Langkat- Formappel. Com|| Seorang pria di Desa Perkebunan Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di kediamannya pada Senin (5/2026) sekitar pukul 11.00 Wib. Diketahui korban inisial EUS (52) yang diduga mengalami depresi akibat penyakit yang dialami, dan informasi yang diperoleh korban sudah berulang kali mengatakan ingin mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

formappel.com
Biru-Emas-Geometris-Abstrak-Dekoratif-Selamat-Datang-Peserta-Didik-Baru-Ban-20251117-205706-0000
formappel.com

Peristiwa itu pertama kali, diketahui oleh anak korban inisial ZS (14) sekitar pukul 11.30 Wib telah melihat korban sudah dalam keadaan tergantung di kayu kusen pintu kamar korban dengan menggunakan tali plastik berwarna hitam.

Betapa terkejutnya ZS memberitahukan kepada ibu kandung ZS atas nama Wati bahwasanya korban tergantung dipintu kusen kamar dalam keadaan tergantung dengan menggunakan tali plastik berwarna hitam. Sontak, keluarga langsung meminta pertolongan warga sekitar sebelum melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polsek Bahorok.

Kapolsek Bahorok AKP Tunggul Situmeang, SH membenarkan adanya laporan tersebut. “Benar, kami menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 12.30 Wib tentang kejadian tersebut. Pihaknya langsung mendatangi lokasi kejadian. Setiba di lokasi kejadian personel Polsek Bahorok langsung mengajak beberapa warga untuk melakukan evaluasi korban, “ujar AKP Tunggul Situmeang, SH, pada keterangan tertulisnya, Senin (5/1/26).

Pada keterangan tertulisnya, AKP Tunggul Situmeang, SH menerangkan, kronologi bermula, saat saksi atas nama Wati (istri korban) saat membersihkan kamar mendengar teriakan anak korban ZS yang mengatakan korban ditemukan sudah tergantung di depan kamarnya dengan menggunakan tali plastik berwarna hitam. Saksi segera menghubungi keluarga lain, tetangga dan Kepala Desa setempat, yang kemudian meneruskan laporan kepada pihak Kepolisian dan Puskesmas.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis Puskesmas Bukit Lawang, korban murni gantung diri.

“Hasil pemeriksaan luar oleh medis Puskesmas Bukit Lawang yang dipimpin oleh dr.Sandi,PH didampingi tim medis lainnya, menunjukkan tanda-tanda khas gantung diri, seperti, dibagian leher terdapat alur jerat yang melingkar berwarna merah kebiruan dengan lebar 1,,5 cm, pipi kanan dan kiri serta bibir berwarna merah kebiruan, telinga kanan dan kiri berwarna merah kebiruan dan terdapat darah yang keluar dari lubang telinga kiri, dan pada celana dalam korban ditemukan adanya bekas cairan urin dan tidak ditemukan cairan lainnya. Tanda-tanda tersebut biasanya ditemukan pada orang yang meninggal karena gantung diri. Selanjutnya secara fisik tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dan dari hasil penyelidikan berdasarkan keterangan pihak keluarga korban, bahwa korban selama ini mengalami depresi akibat penyakit yang dialami (stres) dan dari keterangan tetangga korban bahwa korban beberapa kali mengatakan akan bunuh diri, “tegas AKP Tunggul Situmeang, SH.

Polisi mengamankan barang bukti berupa tali plastik berwarna hitam yang digunakan korban. Setelah proses olah TKP dan melakukan pemeriksaan luar oleh tim medis Puskesmas Bukit Lawang untuk pengambilan visum selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan, karena keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi dan menerima kejadian ini sebagai musibah.(Tp110)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *