Scroll untuk baca artikel
Screenshot 20260319 002516 Canva
Organisasi

PW HIMMAH Riau Desak Kapolda Riau Bertindak Tegas: Copot Kapolres Rohil, Jangan Biarkan “Panipahan Kedua” Terjadi!

×

PW HIMMAH Riau Desak Kapolda Riau Bertindak Tegas: Copot Kapolres Rohil, Jangan Biarkan “Panipahan Kedua” Terjadi!

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU, formappel.com– Gelombang kemarahan publik atas maraknya peredaran narkoba di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, yang berujung ricuh pada Jumat (10/4/2026), menjadi sinyal darurat bagi aparat penegak hukum di Provinsi Riau.

Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PW HIMMAH) Riau angkat suara keras. Mereka mendesak Polda Riau dan Kapolda Riau untuk segera mengambil langkah konkret dan terukur dalam memberantas peredaran gelap narkotika yang dinilai telah mengakar hingga ke tingkat kampung.

Ketua PW HIMMAH Riau, Ari Latif, menegaskan bahwa peristiwa Panipahan bukan sekadar insiden spontan, melainkan akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap lemahnya penindakan aparat di lapangan.
“Kericuhan di Panipahan adalah alarm keras. Ini bukan kejadian biasa, ini bukti bahwa masyarakat sudah kehilangan kepercayaan terhadap keseriusan aparat dalam memberantas narkoba,” tegas Ari Latif dalam keterangannya, Sabtu (11/4/2026).

Menurutnya, jika tidak segera direspons dengan langkah tegas, maka kejadian serupa sangat berpotensi menjalar ke kabupaten lain di Provinsi Riau.
“Kami dari PW HIMMAH Riau meyakini, jika ini dibiarkan, kabupaten lain akan bernasib sama. Narkoba sudah seperti bom waktu di Riau,” ujar Ari, yang juga merupakan aktivis muda kelahiran Panipahan.
Lebih jauh, PW HIMMAH Riau secara terbuka meminta Kapolda Riau untuk melakukan evaluasi total terhadap kinerja jajaran di wilayah hukum Rokan Hilir.

Bahkan, mereka mendesak pencopotan Kapolres Rokan Hilir sebagai bentuk tanggung jawab atas situasi yang dinilai telah gagal dikendalikan.

“Copot Kapolres Rokan Hilir! Ini bentuk tanggung jawab moral dan institusional. Jangan sampai ada lagi ‘Panipahan-Panipahan’ lain di Riau, apalagi sampai menjalar ke kabupaten lain,” tegasnya lantang.

PW HIMMAH Riau juga mengingatkan bahwa pembiaran terhadap peredaran narkoba akan berdampak serius terhadap generasi muda dan stabilitas sosial di daerah.
Selain itu, mereka meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk tidak hanya mengedepankan pendekatan persuasif, tetapi juga tindakan represif yang terukur terhadap para bandar narkoba.
“Jangan hanya cooling system. Masyarakat butuh bukti nyata. Tangkap, bersihkan, dan bongkar jaringan sampai ke akar-akarnya,” tambah Ari.

Di akhir pernyataannya, PW HIMMAH Riau menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu ini dan siap turun ke jalan jika tidak ada langkah nyata dari aparat.

“Jika tidak ada tindakan tegas, kami pastikan gelombang aksi akan meluas. Ini bukan hanya tentang Panipahan, ini tentang masa depan Riau dari ancaman narkoba. Jangan sampai ‘Panipahan-Panipahan’ lainnya terjadi di kabupaten lain,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *