Daerah

Skandal Tiket Timnas Memalukan! Diduga Ada ‘Orang Dalam’, Formappel’RI Desak Usut Tuntas Mafia Calo

16
×

Skandal Tiket Timnas Memalukan! Diduga Ada ‘Orang Dalam’, Formappel’RI Desak Usut Tuntas Mafia Calo

Sebarkan artikel ini

Skandal Tiket Timnas Memalukan! Diduga Ada ‘Orang Dalam’, Formappel’RI Desak Usut Tuntas Mafia Calo

DELI SERDANG // FORMAPPEL.com – Praktik percaloan tiket kembali mencoreng dunia sepak bola nasional. Pada laga panas Indonesia U-19 vs Vietnam U-19 di kawasan Stadion Sport Center, Minggu (7/6/2026), para suporter justru menjadi korban permainan harga tak masuk akal oleh para calo yang diduga beroperasi secara bebas di sekitar lokasi pertandingan.

fd9b2591 a4de 4478 a85e 8d627dbe749e

Temuan awak media, aktivis LSM, dan sejumlah konten kreator di lapangan mengungkap tiket yang semestinya dijual secara resmi dan terjangkau, justru beredar di tangan calo dengan harga selangit. Mulai dari Rp300 ribu hingga tembus Rp700 ribu per lembar, angka yang jauh melampaui harga normal dan dinilai sebagai bentuk eksploitasi terhadap loyalitas suporter.

Kondisi ini memicu gelombang kekecewaan. Suporter yang datang dari berbagai daerah harus menelan pil pahit karena gagal mendapatkan tiket resmi. Tak sedikit yang telah mengeluarkan biaya besar untuk transportasi, penginapan, bahkan meninggalkan pekerjaan demi menyaksikan langsung perjuangan Garuda Muda namun akhirnya hanya tertahan di luar stadion.

Fenomena ini menimbulkan kecurigaan serius terhadap sistem distribusi tiket yang dinilai lemah, tidak transparan, dan membuka celah bagi praktik mafia tiket. Publik mempertanyakan: bagaimana mungkin percaloan bisa terjadi secara masif tanpa adanya kebocoran di dalam sistem?

Ketua Umum DPP LSM Formappel’RI, R. Anggi Syaputra, angkat bicara dengan nada keras. Ia menilai praktik ini bukan sekadar pelanggaran biasa, melainkan bentuk perampasan hak rakyat.

‎“Ini bukan hanya soal tiket, ini soal keadilan bagi suporter. Jangan sampai kecintaan masyarakat terhadap Timnas dimanfaatkan oleh oknum untuk meraup keuntungan. Sepak bola bukan ladang bisnis kotor!” tegasnya.

‎Ia mendesak panitia penyelenggara untuk tidak lepas tangan dan segera melakukan evaluasi total terhadap sistem penjualan tiket yang dinilai bobrok.

“Kami menduga ada kebocoran dalam distribusi. Tidak mungkin calo bisa menguasai tiket dalam jumlah besar tanpa celah dari dalam. Ini harus diusut tuntas!”

‎Formappel’RI juga meminta aparat penegak hukum turun tangan apabila ditemukan unsur pelanggaran atau permainan oknum dalam distribusi tiket.

‎“Jika terbukti ada mafia tiket, jangan ragu untuk bertindak tegas. Bongkar sampai ke akar! Jangan biarkan praktik ini terus berulang setiap kali Timnas bertanding,” lanjutnya.

‎Sebagai langkah ke depan, Formappel’RI mendorong penerapan sistem penjualan tiket berbasis verifikasi ketat dan transparan, guna menutup ruang gerak para calo dan memastikan seluruh suporter memiliki akses yang adil.

“Sepak bola adalah milik rakyat. Suporter harus dilindungi, bukan dikorbankan. Jangan sampai semangat nasionalisme kalah oleh praktik kotor percaloan,” tutup R. Anggi Syaputra dengan tegas. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *