Daerah

Dorong Kualitas Pelatihan Kerja, Kolaborasi Disnaker Kota Mataram dan LPKS Kompeten Akademi Muda Indonesia

34
×

Dorong Kualitas Pelatihan Kerja, Kolaborasi Disnaker Kota Mataram dan LPKS Kompeten Akademi Muda Indonesia

Sebarkan artikel ini

Dorong Kualitas Pelatihan Kerja, Kolaborasi Disnaker Kota Mataram dan LPKS Kompeten Akademi Muda Indonesia

MATARAM // FORMAPPEL.com –
Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Kompeten Akademi Muda Indonesia (KAMI) menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (ToT) dan Sertifikasi Kompetensi Metodologi Skema Instruktur pada Minggu (7/6/2026) yang merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pelatihan kerja, khususnya bagi para instruktur dan trainer lembaga pelatihan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

‎Kegiatan yang diikuti oleh 22 peserta dari berbagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan lembaga kursus bahasa di Nusa Tenggara Barat tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, Ida Wayan Putra Ekantara, S.STP., M.H.

‎Dalam sambutannya, Ida Wayan Putra Ekantara menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang berfokus pada peningkatan kompetensi instruktur. Menurutnya, keberadaan instruktur yang kompeten dan tersertifikasi merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan tenaga kerja yang berkualitas, profesional, dan mampu bersaing di dunia kerja yang terus berkembang.

‎Direktur LPKS Kompeten Akademi Muda Indonesia, Dr. (C). Ivan Suaidi, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa peningkatan keterampilan dan kompetensi menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan di tengah dinamika dunia kerja saat ini.

‎“Peningkatan skill adalah kunci untuk terus relevan di dunia profesional. Oleh karena itu, seluruh instrumen pengembangan diri dan peningkatan kompetensi dapat diperoleh bersama kami di Kompeten Akademi Muda Indonesia,” ujarnya.

‎Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus mengembangkan kapasitas diri melalui proses belajar yang berkelanjutan serta berkontribusi bagi kemajuan daerah.

‎“Mari terus berproses, belajar, dan memberikan kontribusi terbaik untuk daerah melalui kompetensi yang kita miliki,” tambahnya.

‎Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komite Akreditasi Provinsi Nusa Tenggara Barat, Zainur, S.Sos., yang menyampaikan materi mengenai pentingnya sertifikasi kompetensi metodologi bagi para instruktur. Menurutnya, sertifikasi instruktur merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung proses akreditasi lembaga pelatihan.

‎Ia menjelaskan bahwa kualitas lembaga pelatihan tidak hanya ditentukan oleh sarana dan program yang dimiliki, tetapi juga oleh kompetensi sumber daya manusia yang menjalankan proses pembelajaran.

‎“Lembaga diakreditasi, instrukturnya disertifikasi. Keduanya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam upaya meningkatkan mutu lembaga pelatihan kerja,” jelasnya.

‎Melalui pelaksanaan Training of Trainer (ToT) dan Sertifikasi Kompetensi Metodologi Skema Instruktur ini, LPKS Kompeten Akademi Muda Indonesia berharap dapat melahirkan instruktur-instruktur profesional yang memiliki kompetensi sesuai standar, sekaligus memperkuat kualitas layanan pelatihan kerja di Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan berlangsung dengan antusias dan menjadi wadah penguatan jejaring antartrainer serta lembaga pelatihan di NTB. Selain meningkatkan kompetensi individu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang kompeten, profesional, dan berdaya saing tinggi, sejalan dengan kebutuhan dunia kerja dan pembangunan daerah. (Halim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *