Daerah

Diduga Terlibat Penganiayaan di Balakka, Kades Gunung Malintang Disorot: Aktivis Desak Bupati Palas Ambil Sikap

34
×

Diduga Terlibat Penganiayaan di Balakka, Kades Gunung Malintang Disorot: Aktivis Desak Bupati Palas Ambil Sikap

Sebarkan artikel ini

Diduga Terlibat Penganiayaan di Balakka, Kades Gunung Malintang Disorot: Aktivis Desak Bupati Palas Ambil Sikap

‎PADANG LAWAS // FORMAPPEL.com – Tekanan terhadap Pemerintah Kabupaten Padang Lawas kian menguat. Kepala Desa Gunung Malintang didesak untuk dicopot dari jabatannya, menyusul dugaan keterlibatan dalam kasus penganiayaan yang terjadi di Dusun Balakka, Kecamatan Barumun Tengah, Sabtu (1/8/2026).

Desakan itu disampaikan aktivis Sumatera Utara sekaligus demisioner Ketua MPM Universitas Al Washliyah (UNIVA) Medan, Ismail Siregar. Ia menegaskan, Bupati Padang Lawas tidak boleh bersikap pasif jika dugaan tersebut terbukti.

fd9b2591 a4de 4478 a85e 8d627dbe749e

‎“Jika benar ada keterlibatan oknum kepala desa dalam tindak kekerasan, maka Bupati harus segera mengambil langkah tegas. Jangan biarkan kepercayaan masyarakat runtuh akibat ulah pejabat desa,” tegas Ismail.

Kasus ini bermula dari dugaan penganiayaan terhadap dua korban, yakni Munir dan Erwin Syahdana Harahap yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Janji Matogu. Peristiwa tersebut dilaporkan ke Polsek Barumun Tengah dan kini disebut telah memasuki tahap penyidikan.

Menurut keterangan yang beredar, insiden terjadi saat para korban berada di area perkebunan. Erwin Syahdana Harahap bahkan telah menyampaikan pernyataan kepada media terkait dugaan pengeroyokan yang menimpa dirinya bersama sejumlah pekerja.

Sejumlah saksi juga mengaku melihat Kepala Desa Gunung Malintang, Raja Oloana Siregar, berada di lokasi bersama rombongan yang diduga melakukan penyerangan. Bahkan, dari foto dan video yang beredar, oknum kepala desa tersebut diduga terlihat membawa benda tumpul. Namun, seluruh dugaan ini masih menunggu pembuktian lebih lanjut dari aparat penegak hukum.

‎Ismail menekankan, proses hukum harus berjalan transparan dan profesional tanpa intervensi. Ia juga meminta agar semua pihak yang diduga terlibat diperiksa secara objektif berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi.

Tak hanya itu, ia mengingatkan Bupati Padang Lawas agar tidak menunggu putusan berkekuatan hukum tetap untuk mengambil langkah administratif.

“Evaluasi jabatan bisa dilakukan jika ada indikasi pelanggaran etik. Pemerintah daerah punya tanggung jawab menjaga marwah pemerintahan desa,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Gunung Malintang Raja Oloana Siregar belum memberikan keterangan resmi dan belum dapat dikonfirmasi terkait dugaan keterlibatannya.

Sementara itu, publik kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum dalam mengungkap fakta sebenarnya di balik kasus yang menyita perhatian masyarakat tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *