Daerah

BRT Mebidang Resmi Uji Coba dari Deli Serdang, Gratis hingga Desember

5
×

BRT Mebidang Resmi Uji Coba dari Deli Serdang, Gratis hingga Desember

Sebarkan artikel ini

 

BRT Mebidang Resmi Uji Coba dari Deli Serdang, Gratis hingga Desember

fd9b2591 a4de 4478 a85e 8d627dbe749e

LUBUK PAKAM // FORMAPPEL.com – Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang resmi diluncurkan dan mulai diuji coba di Terminal Lubuk Pakam, Rabu (20/8/2026). Kehadiran layanan ini memperkuat konektivitas transportasi publik antara Medan, Binjai, dan Deli Serdang.

Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan bersama Wakil Bupati Lom Lom Suwondo hadir dalam peluncuran yang dihadiri Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution dan Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Muiz Thohir.

“Semoga BRT MEBIDANG menjadi transportasi publik yang semakin mudah, nyaman, dan bermanfaat bagi masyarakat Deli Serdang,” ujarnya

Pada masa uji coba ini, baru dua bus listrik yang dioperasikan untuk melayani lintasan BRT Mebidang. Uji coba dilakukan untuk mengevaluasi operasional, waktu tempuh, sekaligus mengenalkan layanan kepada masyarakat.

BRT Mebidang ditargetkan beroperasi penuh pada 8 Desember 2026 dengan 30 bus listrik. Sebanyak 13 unit akan melayani Koridor 11 rute Teladan–Lubuk Pakam, 14 unit Koridor 12 rute Simpang Barat–Binjai, dan tiga unit sebagai armada cadangan.

Sebanyak 121 titik pemberhentian baru disiapkan, terdiri dari 68 titik pada rute Teladan–Terminal Lubuk Pakam dan 53 titik pada rute Simpang Barat–Binjai.

Selama masa uji coba, masyarakat dapat menggunakan layanan BRT secara gratis. Setelah beroperasi penuh, tarif ditetapkan Rp4.300 untuk penumpang umum dan Rp3.000 untuk pelajar, penyandang disabilitas, dan lansia.

Masyarakat juga dapat menggunakan aplikasi Transumut untuk melihat rute, memantau posisi bus secara real time, dan mendaftar tarif khusus.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan BRT Mebidang bukan hanya pengadaan bus, tetapi bagian dari upaya membangun transportasi yang terintegrasi di kawasan Mebidang. Ia mendorong agar ke depan masyarakat dapat berpindah antarkoridor dengan satu sistem pembayaran.

“Ke depan, tujuannya pasti terintegrasi sehingga kalau kita mau ke Binjai, mau ke Deli Serdang, mau ke mana pun, bayarnya sekali saja,” ujarnya.

Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Muiz Thohir mengapresiasi kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menghadirkan transportasi publik yang modern dan terintegrasi.

Pengelolaan BRT Mebidang selanjutnya diarahkan menuju skema BUMD bersama yang melibatkan Pemprov Sumut, Pemkab Deli Serdang, Pemko Medan, dan Pemko Binjai untuk menjamin keberlanjutan layanan.

Turut hadir Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Wali Kota Binjai Amir Hamzah, serta jajaran pemerintah daerah dan tamu undangan lainnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *