Daerah

Maulid Nabi di Sambirejo Timur Jadi Momentum Edukasi: LPA Deli Serdang Tegaskan Stop Perundungan, Tanamkan Cinta Rasul Sejak Dini

10
×

Maulid Nabi di Sambirejo Timur Jadi Momentum Edukasi: LPA Deli Serdang Tegaskan Stop Perundungan, Tanamkan Cinta Rasul Sejak Dini

Sebarkan artikel ini

Maulid Nabi di Sambirejo Timur Jadi Momentum Edukasi: LPA Deli Serdang Tegaskan Stop Perundungan, Tanamkan Cinta Rasul Sejak Dini

‎‎DELI SERDANG // FORMAPPEL.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan, bukan sekadar seremoni keagamaan. Kegiatan ini berubah menjadi panggung edukasi moral bagi anak-anak, dengan pesan tegas: cinta Rasulullah harus diwujudkan dengan menjauhi perundungan dan kekerasan.

fd9b2591 a4de 4478 a85e 8d627dbe749e

Bertempat di Pondok Serbaguna dan Taman Baca Al-Qur’an, Jalan Rahayu, Dusun VIII Cempaka, Selasa malam (25/8/2026), kegiatan berlangsung khidmat sekaligus hangat hingga pukul 22.30 WIB. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Desa Sambirejo Timur Mhd. Arifin, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deli Serdang Junaidi Malik, S.H., C.Ht., penceramah Ustadz Eko Prastiono, S.Pd.I., para guru, pengurus pondok, orang tua, serta puluhan anak-anak.

‎Ketua LPA Deli Serdang, Junaidi Malik, menegaskan bahwa peringatan Maulid harus menjadi sarana membumikan akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari, khususnya bagi anak-anak.

‎“Kalau kita benar-benar cinta Rasulullah, jangan menyakiti teman, jangan mengejek, apalagi memukul. Rasulullah mengajarkan kasih sayang kepada semua makhluk,” tegasnya di hadapan peserta.

‎Menurutnya, nilai kasih sayang yang diajarkan Rasulullah sangat relevan untuk mencegah maraknya perundungan di lingkungan anak. Ia menekankan bahwa tindakan mengejek, merendahkan, atau mengucilkan bukanlah bentuk keberanian, melainkan perilaku yang bertentangan dengan ajaran Islam.

‎Dalam kesempatan itu, Junaidi juga mengajak anak-anak membiasakan lima karakter utama, yakni bersyukur, jujur, mandiri, berani berbuat baik, dan gemar berbagi. Ia turut mengingatkan orang tua agar memberikan apresiasi atas kebaikan anak serta tidak membandingkan mereka satu sama lain.

‎‎“Setiap anak punya potensi berbeda. Tugas orang tua adalah mengenali, mendorong, dan mendampingi, bukan membandingkan,” ujarnya.

‎Sementara itu, Kepala Desa Sambirejo Timur, Mhd. Arifin, menyoroti tantangan pengasuhan anak di era digital. Ia mengingatkan pentingnya peran aktif orang tua dalam mengawasi penggunaan gadget dan konten yang diakses anak.

‎‎“Apa yang dilihat anak dari gadget sangat memengaruhi perilaku mereka. Orang tua harus hadir, mengarahkan, dan memastikan anak memanfaatkan teknologi untuk hal positif,” katanya.

‎Pesan serupa disampaikan Ustadz Eko Prastiono dalam tausiyahnya. Ia mengingatkan masyarakat agar menjadikan masjid sebagai ruang ramah anak, bukan tempat yang membuat anak merasa terasing.

‎‎“Jangan usir anak dari masjid hanya karena mereka belum bisa diam. Bimbing dengan lembut, ajarkan dengan kasih sayang,” pesannya.

‎Suasana semakin hidup dengan permainan interaktif bernuansa Islami yang melibatkan anak-anak, menjadikan penyampaian pesan keagamaan terasa menyenangkan sekaligus membekas.

‎Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Sambirejo Timur ini pun meninggalkan pesan kuat: kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap nyata, tidak merundung, tidak menyakiti, serta membiasakan saling menghormati, menolong, dan menyayangi sesama. (WA)

<span;>‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *