Daerah

360 Pramuka Penggalang Ikuti LT-II Kwarran Sunggal 2026, Perebutkan 17 Mata Lomba

11
×

360 Pramuka Penggalang Ikuti LT-II Kwarran Sunggal 2026, Perebutkan 17 Mata Lomba

Sebarkan artikel ini

 

360 Pramuka Penggalang Ikuti LT-II Kwarran Sunggal 2026, Perebutkan 17 Mata Lomba

fd9b2591 a4de 4478 a85e 8d627dbe749e

DELI SERDANG // FORMAPPEL.com – Sebanyak 360 Pramuka Penggalang dari berbagai gugus depan di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, akan mengikuti Lomba Tingkat II (LT-II) Kwartir Ranting (Kwarran) Sunggal Tahun 2026. Ratusan peserta tersebut akan menguji kemampuan, keterampilan, dan kekompakan melalui 17 mata lomba yang terbagi dalam tiga kategori perlombaan.

Panitia telah merilis petunjuk teknis sebagai pedoman pelaksanaan seluruh rangkaian kompetisi. Ketiga kategori tersebut mencakup berbagai keterampilan kepramukaan, mulai dari kemampuan mendirikan tenda, ketangkasan baris-berbaris, pengetahuan kepramukaan, pertolongan pertama, hingga kreativitas seni dan kemampuan berbahasa Inggris.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi antargugus depan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka. Para peserta akan menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membangun karakter, kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, dan semangat persaudaraan.

Seleksi Regu Terbaik dan Pembentukan Karakter

LT-II Kwarran Sunggal 2026 memiliki peran strategis dalam menentukan regu-regu terbaik yang berpeluang melanjutkan kompetisi ke tingkat berikutnya. Karena itu, setiap peserta tidak hanya dituntut menguasai keterampilan teknis, tetapi juga harus menunjukkan sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai kepramukaan.

Panitia akan melakukan penilaian kepribadian regu selama kegiatan berlangsung. Aspek penilaian mencakup sikap, sopan santun, tanggung jawab, kekompakan, kepemimpinan, serta penerapan nilai-nilai Dasa Darma dan Tri Satya dalam kehidupan sehari-hari.

Penilaian tersebut menjadi bagian penting karena keberhasilan sebuah regu dalam kegiatan kepramukaan tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan memenangkan perlombaan. Sikap saling menghargai, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, dan kepemimpinan juga menjadi ukuran keberhasilan pembinaan anggota Pramuka.

Melalui pendekatan tersebut, LT-II diharapkan mampu memberikan pengalaman yang lebih luas kepada para Penggalang. Mereka dapat belajar menghadapi tantangan, menyelesaikan persoalan secara bersama-sama, mengambil keputusan, serta mengembangkan rasa percaya diri dalam lingkungan kompetitif yang tetap menjunjung tinggi persaudaraan.

17 Mata Lomba dalam Tiga Kategori

Panitia membagi 17 mata lomba ke dalam Kategori A, Kategori B, dan Kategori C. Masing-masing kategori memiliki materi pengujian yang berbeda untuk mengukur kemampuan individu maupun kerja sama regu.

Kategori A terdiri atas lima mata lomba. Peserta akan mengikuti lomba tapak kemah, senam Pramuka yang melibatkan tujuh orang setiap regu, penilaian kepribadian regu, administrasi regu, serta packing atau keterampilan mengemas perlengkapan.

Pada lomba administrasi, panitia mewajibkan setiap regu membawa dan menyiapkan 13 buku administrasi. Sementara itu, lomba packing melibatkan delapan orang dari setiap regu. Rangkaian penilaian dalam kategori ini menguji kesiapan, keteraturan, kedisiplinan, dan kemampuan peserta mengelola kebutuhan kelompok.

Kategori B menjadi bagian dengan jumlah perlombaan terbanyak, yakni 10 mata lomba. Materinya meliputi Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB) tongkat yang diikuti tujuh orang, keterampilan membaca peta dan kompas oleh dua orang, serta penguasaan sandi, morse, dan semaphore yang masing-masing melibatkan satu peserta.

Selain keterampilan dasar kepramukaan tersebut, peserta juga menghadapi lomba pionering. Dalam materi ini, empat orang harus bekerja sama membuat tiang bendera berkaki tiga menggunakan 10 tongkat. Kemampuan memahami simpul, ikatan, ketelitian, dan koordinasi menjadi bagian penting dalam menyelesaikan tantangan tersebut.

Lomba Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) melibatkan lima peserta. Mereka harus menangani simulasi kasus cedera kepala ringan dan patah kaki, termasuk memperagakan pembuatan serta penggunaan tandu. Materi ini menguji pengetahuan pertolongan pertama, ketepatan tindakan, dan kemampuan bekerja dalam situasi darurat.

Kategori B juga mencakup lomba menaksir yang melibatkan dua orang, yel-yel oleh delapan orang dengan durasi maksimal empat menit, serta tari yang diikuti enam orang dengan waktu penampilan maksimal tujuh menit.

Sementara itu, Kategori C memberikan ruang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan akademis dan kreativitas melalui dua mata lomba. Pertama, pidato Bahasa Inggris dengan tema “Bela Negara”. Setiap peserta mendapat waktu maksimal lima menit untuk menyampaikan gagasannya.

Kedua, lomba melukis dengan tema “Pahlawan”. Peserta harus menyelesaikan karya secara langsung di lokasi perlombaan dalam waktu 60 menit. Panitia menetapkan kertas ukuran A4 dan cat krayon sebagai media yang digunakan.

Ketentuan Peserta dan Penilaian Perlombaan

Untuk menjaga ketertiban serta kelancaran kegiatan, panitia mewajibkan seluruh peserta menggunakan Nomor NPP yang dapat terlihat dengan jelas. Setiap regu juga harus mematuhi petunjuk teknis dan ketentuan yang berlaku pada masing-masing mata lomba.

Ketentuan tersebut menjadi pedoman bagi peserta maupun penyelenggara dalam menjalankan kompetisi secara tertib. Peserta perlu memperhatikan jumlah anggota yang mengikuti setiap perlombaan, durasi penampilan, perlengkapan, serta persyaratan teknis yang telah ditetapkan.

Panitia juga menegaskan bahwa keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Karena itu, setiap regu harus mempersiapkan diri secara maksimal dengan tetap menjunjung sportivitas dan menghormati hasil penilaian.

Dengan keterlibatan 360 Pramuka Penggalang dan 17 mata lomba, LT-II Kwarran Sunggal 2026 diprediksi menjadi salah satu kegiatan kepramukaan yang meriah di Kecamatan Sunggal sepanjang tahun ini.

Lebih dari sekadar perebutan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat kualitas pembinaan Pramuka Penggalang. Ajang ini sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, jiwa kepemimpinan, dan semangat bela negara.

Melalui kompetisi yang menggabungkan keterampilan lapangan, pengetahuan, kedisiplinan, dan kreativitas, Gerakan Pramuka di Kecamatan Sunggal memiliki kesempatan untuk memperkuat perannya dalam membentuk generasi muda yang mandiri, tangguh, berkarakter, serta mampu berkontribusi positif bagi masyarakat. (Imam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *