Scroll untuk baca artikel
Screenshot 20260319 002516 Canva
Daerah

Saat Kata Menggetarkan Rasa: Amri Abdi Bakar Semangat Jurnalisme Mahasiswa UINSU Medan

×

Saat Kata Menggetarkan Rasa: Amri Abdi Bakar Semangat Jurnalisme Mahasiswa UINSU Medan

Sebarkan artikel ini

Saat Kata Menggetarkan Rasa: Amri Abdi Bakar Semangat Jurnalisme Mahasiswa UINSU Medan

TUNTUNGAN // FORMAPPEL.com –
Suasana salah satu ruang kelas di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan kampus IV Tuntungan siang itu terasa berbeda.

Tidak ada kantuk yang menggantung di pelupuk mata mahasiswa, meski jam menunjukkan waktu yang biasanya membuat konsentrasi menurun. Sebaliknya, puluhan pasang mata tertuju tajam ke depan, mengikuti setiap gerak-gerik Amri Abdi, S.I.Kom.

Hari itu, sang wartawan senior sekaligus Ketua Pengurus Ikatan Wartawan Online Sumatera Utara (IWO Sumut) tersebut sedang berbagi rahasia dapur tentang seni merangkai kata.

Ia tengah membimbing mahasiswa mendalami satu elemen paling krusial dalam jurnalisme, yakni teknik menulis lead.

“Lead itu bukan sekadar kalimat pembuka. Ia adalah kunci untuk mengikat emosi pembaca sejak detik pertama,” ujar Amri dengan nada mantap.

Bagi Amri, menulis feature bukanlah perkara memindahkan fakta ke atas kertas. Ia adalah seni menenun cerita, membangun atmosfer, serta menghadirkan detail-detail kecil yang mampu memancing rasa ingin tahu pembaca.

Di tangannya, sebuah tulisan diubah dari sekadar informasi kaku menjadi sebuah perjalanan emosional.

Kegiatan bertajuk ‘Kuliah Bersama Praktisi’ ini merupakan inisiatif dari Reviza Putra Syarif, M.I.Kom, dosen pengampu mata kuliah Teknik Menulis Feature dan Opini.

Menurut Reviza, menghadirkan sosok praktisi berpengalaman bukan sekadar formalitas akademik, melainkan kebutuhan agar mahasiswa mendapatkan perspektif nyata dari lapangan.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya terpaku pada teori di buku teks. Melalui program rutin tiap semester ini, kami ingin mereka bersentuhan langsung dengan mereka yang telah kenyang asam garam di dunia jurnalisme. Tujuannya agar lahir jurnalis-jurnalis muda yang tangguh, berdedikasi, dan memiliki ‘jiwa’ dalam setiap tulisannya,” ungkap Reviza kepada media pada Kamis 16/4/2026.

Bagi para mahasiswa, kehadiran Amri Abdi menjadi oase di tengah rutinitas perkuliahan. Mereka belajar bahwa di balik setiap baris lead yang memikat, ada ketelitian dan empati yang harus diasah.

Sesi ‘Kuliah Bersama Praktisi’ hari itu bukan hanya tentang teknik menyusun kalimat, tetapi juga tentang bagaimana seorang penulis mampu menempatkan diri sebagai jembatan informasi.

Harapannya, ilmu yang diserap dari sudut ruang kelas kampus IV Tuntungan ini akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa, baik untuk meniti karier di dunia jurnalistik yang menantang, maupun sebagai penulis kreatif, yang mampu menggerakkan pikiran lewat jemarinya di masa depan.

Saat kelas berakhir, mungkin banyak mahasiswa yang pulang dengan catatan baru, namun yang lebih penting, mereka pulang dengan pemahaman baru, bahwa sebuah tulisan yang hebat selalu dimulai dari lead yang mampu menyentuh hati pembacanya. (W.Ardiansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *