Bahorok – Formappel. Com|| Sejak 2003 Jembatan Gantung di Dusun VI Desa Timbang Lawan yang menghubungkan, Lingkungan Jalan Ampera Kelurahan Pekan Bahorok, Desa Suka Rakyat,Desa Perkebunan Bungara dengan panjang 110 meter di hantam banjir bandang, akan di bangun oleh Kodim 0203/Langkat.
Hal ini ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilaksanakan oleh Komandan Distrik Militer (Dandim) 0203/Langkat Letkol Inf Medwin Sangkakala, S.Sos., M.Han, diwakilkan oleh Perwira Penghubung (Pabung), Mayor Inf Hasanuddin Batu Bara, pada hari Senin (25/5/26).
Sebelum dilakukan peletakan batu pertama Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Merah Putih dan Jembatan Beton, yang menghubungkan Desa Timbang Lawan dengan Lingkungan Jalan Ampera Kelurahan Pekan Bahorok, Pabung Mayor Inf Hasanuddin Batu Bara didampingi Danramil 06 Bahorok beserta Kades se Kecamatan Bahorok, Forkopimcam beserta masyarakat sekitar melakukan ziara ke Makam Diraja dan Zuriyat Kejuruan Bahorok.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Timbang Lawan Malik Nasution mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian Pemerintah Pusat dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto melalui TNI (Kodim 0203/Langkat) terhadap Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat.
“Pada tahun 2002, di Dusun VI ini telah dibangun jembatan gantung menghubungkan dengan Kelurahan Pekan Bahorok. Namun di tahun 2003 terjadi banjir bandang di Kecamatan Bahorok, sehingga jembatan gantung tersebut terkena dampak, ” ujar Malik Nasution.
“23 tahun warga kami menantikan akan adanya pembangunan jembatan gantung untuk mempermudah masyarakat sekitar untuk mengangkut hasil pertanian/perkebunan. Dan saat ini harapan masyarakat sekitar terkabul dengan akan di bangunnya jembatan gantung yang menghubungkan Dusun VI Desa Timbang Lawan dengan Kelurahan Pekan Bahorok oleh Pemerintah Pusat melalui TNI (Kodim 0203/Langkat, kami mengucapkan terima kasih banyak,”jarnya.
Malik Nasution menjelaskan, dengan akan dibangunnya jembatan gantung ini dapat membantu masyarakat sekitar untuk pertumbuhan ekonomi, dan dapat mempermudah masyarakat untuk mengeluarkan hasil pertanian dan perkebunan masyarakat, “imbuhnya.
Ia juga menghimbau kepada masyarakat setelah dibangun jembatan gantung ini dapat dirawat dengan baik.
Sementara, Pabung, Mayor Inf Hasanuddin Batu Bara mengatakan, untuk wilayah Kecamatan Bahorok, akan dibangun tiga jembatan gantung.
” Untuk saat ini, wilayah Kecamatan Bahorok akan dibangun tiga jembatan gantung yakni jembatan gantung di Desa Ujung Bandar, Desa Batu Jonjong, dan Desa Timbang Lawan, “kata Mayor Inf Hasanuddin Batu Bara.
Pembangunan Selesai Tepat Waktu (60 hari)
Mayor Inf Hasanuddin Batu Bara menegaskan komitmen TNI dalam mendukung program Presiden RI Prabowo Subianto yakni agar ada pemerataan pembangunan infrastruktur ke daerah yang terisolir untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang efektif.
” Pembangunan jembatan gantung ini merupakan perintah Panglima TNI, bentuk kehadiran TNI dalam membantu percepatan pemulihan akses warga.
Ini sangat penting, karena puluhan tahun lalu sudah ada jembatan gantung disini, namun dengan arus yang besar pada banjir bandang, jembatan gantung tersebut putus, “imbuhnya.
Perwira Menengah, dengan pangkat melati satu dipundak ini menegaskan pembangunan jembatan gantung ini dapat diselesaikan tepat waktu (60 hari) dan aman digunakan. Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk ikut serta mengawasi dalam proses pembangunan jembatan gantung ini.
“Keterlibatan aktif warga menjadi kunci keberhasilan dalam pembangunan infrastruktur penting ini, ” ujarnya.
Diharapkan Ekonomi Warga Tumbuh
Selain mempermudah aktivitas sehari-hari, kehadiran jembatan gantung ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Membuka kembali jalur distribusi masyarakat serta meningkatkan akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, dan pusat pelayanan publik lainnya, ” pungkasnya. (tp110)
Editor : Tolhas Pasaribu





















