Tegangan Listrik Drop Picu Kerusakan Massal Alat Elektronik, Warga Kualuh Hilir Labura Ancam Demo Kantor PLN
LABURA // FORMAPPEL.com —
Warga Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) kini tengah diterpa keresahan. Kondisi arus listrik di wilayah setempat tidak stabil selama beberapa waktu terakhir, hingga menyebabkan peralatan elektronik milik warga mengalami kerusakan massal.
Fenomena penurunan tegangan listrik (drop) ini seolah memaksa warga kembali ke masa lalu. Aliran listrik yang masuk ke rumah-rumah warga saat ini hanya mampu menyalakan lampu penerangan. Sementara untuk kebutuhan lain, daya listrik tidak lagi sanggup menopang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah seorang warga bernama Dewi Sartika mengungkapkan bahwa tegangan listrik di wilayah tersebut dikabarkan hanya menyentuh angka 210 volt. Angka ini berada di bawah standar normal yang seharusnya berkisar 220 volt agar peralatan elektronik dapat bekerja optimal.
Kerusakan massal biasanya dipicu oleh penurunan yang jauh lebih drastis (di bawah 180 volt) atau lonjakan arus secara mendadak. Namun, keluhan warga tetap berfokus pada ketidakstabilan pasokan daya.
Dampaknya pun nyata. Berbagai perkakas rumah tangga mulai dari mesin cuci, kulkas, hingga televisi milik warga dilaporkan rusak secara bergantian. Kondisi ini membuat kerugian material yang dialami warga kian menumpuk.
Dewi mengaku sangat geram dengan keadaan tersebut. Ia harus kehilangan fungsi kulkas dan peralatan lainnya yang biasa digunakan untuk menjalankan usaha. Menurutnya, hampir setiap tetangga di lingkungannya mengeluhkan hal yang sama.
”Kami benar-benar dirugikan dengan kondisi ini. Sudah sewajarnya PLN memberikan kompensasi kerugian kepada masyarakat dan segera menindaklanjuti aduan ini,” ujar Dewi kepada media pada Selasa 2/6/2026 saat ditemui di kedai miliknya.
Ia bersama sejumlah warga lainnya mengancam akan menggelar aksi ke PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Rantauprapat bahkan PLN UID Sumatera Utara di Medan sebagai bentuk protes jika dalam beberapa hari ke depan belum ada tindakan nyata dari pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN). Mereka pihak terkait yang dinilai bertanggung jawab atas polemik ini untuk segera turun tangan menindaklanjuti keluhan masyarakat.
“Klaim yang katanya listrik sudah pulih 100 persen di Sumut, khususnya Labura, itu hanya pembohongan publik. Kami minta Manager PLN UP3 Rantauprapat Dwita Aswiyanti Syafitri dan jajarannya untuk ganti serta bertanggung jawab atas kelalaian mereka. Sekali lagi, kami minta tanggung jawab para pejabat PLN yang diberikan amanah dan digaji oleh rakyat,” pungkasnya mengakhiri. (Halim)




















