Medan

Dugaan KKN dan Pungli Paspor, Massa PAJAK Gelar Aksi Unjuk Rasa di Kantor Imigrasi Polonia Medan

31
×

Dugaan KKN dan Pungli Paspor, Massa PAJAK Gelar Aksi Unjuk Rasa di Kantor Imigrasi Polonia Medan

Sebarkan artikel ini

MEDAN,formappel.com  – Massa dari Persatuan Jaringan Anti Korupsi (PAJAK) Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Polonia Medan. Aksi ini mendesak pengusutan tuntas atas dugaan praktik KKN, pungutan liar (pungli) layanan paspor, hingga indikasi korupsi pada proyek renovasi gedung senilai miliaran rupiah.

Dalam keterangannya, Mereka menyatakan bahwa unjuk rasa ini berawal dari laporan masyarakat yang merasa dirugikan saat mengurus dokumen di Imigrasi Polonia Medan.

fd9b2591 a4de 4478 a85e 8d627dbe749e

Duaan Praktik calo dan pungli disinyalir masih marak terjadi, baik dalam pengurusan paspor baru maupun perpanjangan paspor lama.

“Pungutan liar ini harus segera dihentikan karena diduga kuat sudah melanggar SOP yang berlaku. Keberadaan calo di dalam maupun di luar kantor imigrasi sudah menjadi perbincangan hangat dan sangat meresahkan masyarakat,” tegas perwakilan PAJAK dalam orasinya.

Selain menyoroti dugaan calo pungli pelayanan publik, massa PAJAK juga menyoroti proyek Pembangunan Renovasi Gedung Kantor Imigrasi Kelas I TPI Polonia Medan Tahun Anggaran 2024 bernilai Rp12 Miliar. Mereka menduga adanya praktik korupsi dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Atas dugaan tersebut, massa aksi menyampaikan beberapa tuntutan,yaitu.

1. Meminta dan mendesak Bapak Kapoldasu dan Bapak Kejatisu untuk membentuk tim khusus mengusust Tuntas adanya dugaan KKN di Imigrasi Kelas I TPI Polonia Medan dalam Pengurusan Paspor Baru maupun Perepanjangan Paspor lama.

2.Meminta dan mendesak Kapoldasu dan Kejatisu segera lakukan pemanggilan dan

pemeriksaan kepada Kepala Imigrasi kelas | TPI Polonia Medan dalam dugaan Korupsi dalam pelaksanaan Pembangunan Renovasi Gedung Kantor Imigrasi kelas I TPI Polonia Medan T.A 2024 Senilai 12 M.2024 bernilai Rp12 miliar.

Aksi Dari PAJAK berakhir tanpa tanggapan dari pimpinan. Meski telah berorasi selama kurang lebih satu jam, massa aksi tidak kunjung ditemui oleh Kepala Kantor .

Lantaran tidak mendapat respon, massa akhirnya memilih membubarkan diri secara tertib. Namun sebelum membubarkan barisan, mereka menegaskan akan kembali menggelar aksi dipekan depan dengan jumlah massa yang lebih besar.Tegasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *