Sumut

​PW HIMMAH Sumut Apresiasi Kepemimpinan Kalapas Labuhan Bilik dalam Membangun Pemasyarakatan Humanis

23
×

​PW HIMMAH Sumut Apresiasi Kepemimpinan Kalapas Labuhan Bilik dalam Membangun Pemasyarakatan Humanis

Sebarkan artikel ini

Medan, formapoel.com – Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Sumatera Utara (PW HIMMAH Sumut) memberikan apresiasi tinggi kepada Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Labuhan Bilik atas keberhasilannya menghadirkan program pembinaan warga binaan yang inovatif, humanis, dan berdampak langsung bagi masyarakat luas.

Apresiasi tersebut didasari oleh serangkaian aksi sosial yang diinisiasi Lapas Labuhan Bilik, seperti kegiatan bakti sosial membersihkan Gereja HKBP Labuhan Bilik serta gotong royong membersihkan Makam Pahlawan setempat dengan melibatkan warga binaan pemasyarakatan (WBP).

fd9b2591 a4de 4478 a85e 8d627dbe749e

Wakil Ketua I PW HIMMAH Sumut, Mahdayan Tanjung, menilai bahwa program-program tersebut membuktikan bahwa fungsi lembaga pemasyarakatan kini semakin modern dan tidak lagi terbatas di balik tembok lapas semata.

“Kami mengapresiasi komitmen dan kepemimpinan Kalapas Labuhan Bilik yang berhasil mengarahkan warga binaan untuk terlibat dalam kegiatan sosial yang bermanfaat. Ini bukti nyata bahwa proses pembinaan mampu menumbuhkan nilai-nilai kepedulian, toleransi, dan tanggung jawab sosial,” ujar Mahdayan Tanjung di Medan, Sabtu (25/7/2026).

Bangun Karakter dan Toleransi Lewat Aksi Nyata

Menurut PW HIMMAH Sumut, keterlibatan warga binaan dalam merawat rumah ibadah lintas agama serta fasilitas bersejarah seperti makam pahlawan merupakan langkah strategis dalam membentuk mental dan karakter WBP menjelang masa bebas.

Penguatan Toleransi: Aksi bersih-bersih di Gereja HKBP menjadi sarana memupuk semangat kebersamaan dan sikap saling menghormati antaratumat beragama.

Penanaman Rasa Cinta Tanah Air: Perawatan Makam Pahlawan mendidik warga binaan untuk senantiasa menghargai jasa para pahlawan bangsa.

Kesiapan Reintegrasi Sosial: Pelibatan langsung di tengah masyarakat membantu memulihkan hubungan sosial WBP agar siap diterima kembali sebagai pribadi yang lebih baik.

Harapan Jadi Model Pemasyarakatan di Sumut

Mahdayan menambahkan, kepemimpinan Kalapas Labuhan Bilik dalam membangun budaya organisasi yang terbuka dan produktif layak dijadikan percontohan (role model) bagi unit pelaksana teknis (UPT) pemasyarakatan lainnya di wilayah Sumatera Utara.

PW HIMMAH Sumut berharap konsistensi program pembinaan yang berorientasi pada pengabdian masyarakat ini terus dipertahankan dan ditingkatkan secara berkelanjutan.

“Kami menilai Kalapas Labuhan Bilik telah menunjukkan komitmen yang baik dalam membangun citra pemasyarakatan yang lebih terbuka, produktif, dan bermanfaat. Semoga berbagai inovasi pembinaan seperti ini terus dilanjutkan sehingga warga binaan benar-benar siap kembali ke tengah masyarakat,” tutup Mahdayan Tanjung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *