LABUHAN BATU, formappel.com — Rapat Kerja Wilayah (RAKERWIL) Gerakan Pemuda Al-Washliyah (GPA) Sumatera Utara resmi dibuka di Kabupaten Labuhan Batu. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat arah gerak GPA Sumut dalam mengawal pembangunan dan menjaga kepentingan masyarakatSenin 24 Agustus 2026
Turut hadir dalam rangkaian kegiatan yaitu Bupati Labuhan Batu diwakili Asisten II Drs. Ikramsyah Putra Nasution, PW. Al-washliyah Sumut Dr. Hayatsyah,Alim Nur Nasution dan Dedi Iskandar S.E, PD. Al Washliyah Labuhan Batu Drs. H. Abdul Hamid Zahid Hasibuan, Kapolres Labuhan Batu diwakili oleh Kasat Intel AKP. Organ Sembiring S.H, Kajari Labuhan Batu diwakili Kasi Pidsus Sabri Fitriansyah Marbun, S.H, Dandim 0209 diwakili oleh Danramil 08, PD. GPA Se-Sumatera Utara dan seluruh undangan.
Ketua Umum Gerakan Pemuda Al-Washliyah, Aminullah Siagian, dalam arahannya menegaskan bahwa GPA harus tampil sebagai organisasi kepemudaan yang memiliki sikap jelas, konstruktif, dan bertanggung jawab dalam kehidupan kebangsaan.
Menurut Aminullah, GPA tidak boleh hanya menjadi organisasi yang aktif secara internal, tetapi harus mampu membangun akselerasi lintas sektor, termasuk memperkuat hubungan kelembagaan dengan pemerintah serta berbagai institusi negara.
“GPA harus hadir dengan gagasan, kerja nyata, dan sikap yang konstruktif. Kita kawal program-program Presiden Prabowo Subianto, sekaligus memastikan kepentingan masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam setiap proses pembangunan,” tegas Aminullah.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan terhadap kinerja Polri, TNI, dan Kejaksaan dalam menjalankan tugas negara. Dukungan tersebut, kata dia, harus diwujudkan melalui kemitraan yang sehat, kritis, dan tetap berada dalam koridor hukum serta kepentingan masyarakat.
“Polri, TNI, dan Kejaksaan merupakan bagian penting dalam menjaga stabilitas negara dan penegakan hukum. GPA harus menjadi mitra yang konstruktif, memberikan dukungan sekaligus kontrol sosial secara objektif,” ujarnya.
RAKERWIL GPA Sumut juga diarahkan untuk mempercepat program-program internal organisasi, khususnya dalam bidang bisnis, ekonomi kreatif, dan social control.
Aminullah menilai, kemandirian organisasi harus dibangun melalui penguatan ekonomi dan kreativitas kader. GPA Sumut didorong tidak hanya menghasilkan gagasan, tetapi juga menciptakan ruang-ruang produktif yang dapat meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan kader serta masyarakat.
Di sisi lain, fungsi social control harus dijalankan secara tegas namun tetap bijaksana. GPA diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan sosial, ekonomi, hukum, dan pembangunan di Sumatera Utara.
“Kontrol sosial bukan berarti mencari kesalahan pemerintah. Kontrol sosial adalah memastikan kekuasaan dan pembangunan berjalan untuk kepentingan rakyat, sesuai aturan hukum, transparan, dan bertanggung jawab,” jelas Aminullah.
Dalam konteks pembangunan daerah, GPA Sumut juga menyatakan dukungannya terhadap pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta melindungi dan mengelola sumber daya alam negeri secara bertanggung jawab.
Menurut Aminullah, sumber daya alam harus dikelola dengan prinsip keberlanjutan, kepastian hukum, keadilan sosial, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah.
RAKERWIL ini diharapkan menghasilkan program kerja yang konkret, terukur, dan relevan dengan tantangan zaman. Konsolidasi organisasi tidak hanya diarahkan untuk memperkuat struktur internal, tetapi juga membangun kontribusi nyata GPA Sumut dalam kehidupan sosial, ekonomi, pemerintahan, dan kebangsaan.
“GPA Sumut harus naik kelas. Kita ingin organisasi yang kuat secara internal, produktif secara ekonomi, tajam dalam melakukan kontrol sosial, dan dewasa dalam membangun hubungan dengan pemerintah. Tegas dalam prinsip, bijaksana dalam sikap, dan nyata dalam pengabdian,” pungkas Aminullah Siagian.





















