Daerah

Memprihatinkan! Tiga Kelas SDN 056587 Pantai Sampah Rusak Parah, Siswa Terpaksa Belajar Berdesakan

9
×

Memprihatinkan! Tiga Kelas SDN 056587 Pantai Sampah Rusak Parah, Siswa Terpaksa Belajar Berdesakan

Sebarkan artikel ini

Memprihatinkan! Tiga Kelas SDN 056587 Pantai Sampah Rusak Parah, Siswa Terpaksa Belajar Berdesakan

‎LANGKAT // FORMAPPEL.com – Kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 056587 Pantai Sampah, Desa Tanjung Lenggang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, kian memprihatinkan. Sedikitnya tiga ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan berat, sehingga berdampak langsung pada terganggunya kegiatan belajar mengajar (KBM).

fd9b2591 a4de 4478 a85e 8d627dbe749e

Kerusakan yang diduga dipicu usia bangunan yang sudah tua serta faktor cuaca ini membuat proses belajar tidak lagi berjalan optimal. Bahkan, pihak sekolah terpaksa menggabungkan dua rombongan belajar dalam satu ruangan demi memastikan aktivitas pendidikan tetap berlangsung.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 056587 Pantai Sampah, Atharuddin, S.Pd, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut telah terjadi sejak beberapa tahun lalu, tepatnya pada masa kepemimpinan kepala sekolah sebelumnya (Pastinah).

‎“Sekitar tiga ruang kelas rusak berat, sehingga satu ruang harus digunakan untuk dua kelas sekaligus. Ini jelas mengganggu proses belajar,” ujar Atharuddin saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (28/9/2026).

Ia menambahkan, situasi semakin sulit ketika musim hujan tiba. Atap yang bocor memaksa siswa berpindah-pindah ruangan, bahkan harus berbagi ruang dengan kelas lain yang masih layak digunakan.

“Kalau hujan, air masuk ke dalam kelas. Mau tidak mau siswa dipindahkan. Ini tentu mengganggu konsentrasi belajar mereka,” jelasnya.

Menurutnya, pihak sekolah telah berulang kali mengajukan permohonan perbaikan kepada Pemerintah Kabupaten Langkat melalui Dinas Pendidikan. Namun hingga kini, realisasi pembangunan belum juga terlihat.

‎“Informasinya sudah pernah ditinjau dan masuk daftar revitalisasi. Tapi sampai sekarang masih menunggu giliran, kami juga belum tahu kepastiannya,” tambahnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, para siswa tetap mengikuti pelajaran setiap hari meski harus menghadapi kondisi ruang belajar yang jauh dari kata layak.

Pihak sekolah berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar rehabilitasi dapat segera direalisasikan, sehingga siswa dapat belajar dalam kondisi yang aman dan nyaman.

‎“Kami sangat berharap segera dibangun, supaya anak-anak bisa belajar dengan layak, aman, dan nyaman,” tutup Atharuddin. (Tolhas Pasaribu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *