Daerah

Pesantren Al Washliyah Bersama Pemko Tanjungbalai Gelar Peringatan Hari Santri Nasional 2026

10
×

Pesantren Al Washliyah Bersama Pemko Tanjungbalai Gelar Peringatan Hari Santri Nasional 2026

Sebarkan artikel ini

 

Pesantren Al Washliyah Bersama Pemko Tanjungbalai Gelar Peringatan Hari Santri Nasional 2026

fd9b2591 a4de 4478 a85e 8d627dbe749e

TANJUNG BALAI // FORMAPPEL.com — Pesantren Al Washliyah Kota Tanjungbalai bersama Pemerintah Kota Tanjungbalai menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2026 di Lapangan Pesantren Al Washliyah, Kamis (22/10/2026), pukul 08.00 WIB.

Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas.” Tema tersebut menegaskan pentingnya peran santri dalam membangun masa depan bangsa melalui ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta akhlak mulia.

Upacara berlangsung khidmat dengan Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara itu, komandan upacara dipercayakan kepada salah seorang santri Al Washliyah Gading.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungbalai, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tanjungbalai, perwakilan Lanal Tanjungbalai Asahan (TBA), perwakilan Brimob TBA, perwakilan Lapas Tanjungbalai, perwakilan Pengadilan Agama, perwakilan Dandim 0208 TBA, perwakilan Kejaksaan Negeri, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para kepala madrasah se- Kota Tanjungbalai.

Kehadiran Pemerintah Kota Tanjungbalai dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap peringatan Hari Santri Nasional sekaligus penghargaan atas kontribusi santri dan pesantren dalam membangun karakter generasi muda serta kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam amanat Menteri Agama Republik Indonesia yang dibacakan Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, disampaikan bahwa tema Hari Santri Nasional 2026 mengandung pesan penting tentang tanggung jawab besar santri dalam menentukan masa depan bangsa.

Jika dahulu para santri menguatkan negeri melalui perjuangan mempertahankan kemerdekaan, maka saat ini santri harus melanjutkan perjuangan tersebut melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan akhlak mulia.

“Tantangan zaman memang berubah, tetapi semangat pengabdian kepada negeri tercinta bagi seorang santri tidak boleh padam,” demikian pesan dalam amanat Menteri Agama yang dibacakan pada upacara tersebut.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa pada tahun 2045 Indonesia akan genap berusia 100 tahun. Momentum tersebut menjadi cita-cita bersama untuk mewujudkan Indonesia Emas, yaitu Indonesia yang maju, sejahtera, berdaya saing, dan mampu berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Untuk mewujudkan cita-cita besar tersebut, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, berakhlak mulia, serta mampu menghadirkan berbagai inovasi bagi kemajuan bangsa.

Dalam hal ini, santri diharapkan mampu mengambil peran penting. Santri tidak boleh merasa rendah diri ataupun membatasi cita-citanya. Santri dapat menjadi ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa, selama terus belajar, bersungguh-sungguh, dan mengabdikan ilmunya bagi kemajuan Indonesia.

Amanat tersebut juga mengajak seluruh santri agar terus memperdalam ilmu agama sekaligus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Tradisi pesantren harus tetap dijaga, tetapi santri juga tidak boleh takut menghadapi perubahan dan perkembangan zaman.

Santri diharapkan menjadi generasi yang teguh memegang nilai-nilai keislaman, terbuka terhadap kemajuan, serta mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Bangsa yang kuat, lanjut amanat tersebut, membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga jujur, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Pesantren memiliki kekuatan besar dalam membangun karakter bangsa. Di lingkungan pesantren, nilai-nilai akhlak diajarkan, kemandirian ditumbuhkan, dan semangat pengabdian ditanamkan dalam diri para santri.

Kekuatan tersebut perlu terus dirawat dan dikembangkan agar pesantren semakin berperan dalam menjawab tantangan zaman serta melahirkan generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara.

Menutup amanatnya, Menteri Agama mengajak seluruh santri untuk terus meningkatkan kualitas diri, menjaga akhlak, memperluas wawasan, dan mengambil bagian dalam pembangunan bangsa.

“Jadilah santri yang menguatkan negeri menuju Indonesia Emas,” demikian pesan penutup amanat Menteri Agama dalam peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 di Kota Tanjungbalai.

Peringatan ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh santri untuk memperkuat semangat belajar, meningkatkan pengabdian, serta meneguhkan komitmen dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa Indonesia. (Halim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *