Daerah

PD ISARAH Medan Dorong Pemko Medan Fokus Tingkatkan Daya Serap APBD 2026

7
×

PD ISARAH Medan Dorong Pemko Medan Fokus Tingkatkan Daya Serap APBD 2026

Sebarkan artikel ini

 

PD ISARAH Medan Dorong Pemko Medan Fokus Tingkatkan Daya Serap APBD 2026

fd9b2591 a4de 4478 a85e 8d627dbe749e

MEDAN // FORMAPPEL.com — Pimpinan Daerah Ikatan Sarjana Al Washliyah (PD ISARAH) Kota Medan mendorong Pemerintah Kota Medan untuk lebih fokus pada percepatan dan peningkatan daya serap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.

Ketua PD ISARAH Kota Medan, Zuhri Arif, S.H.,M.H menilai daya serap anggaran di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) merupakan tolak ukur utama keberhasilan kinerja pemerintahan.

Jika APBD tidak terserap maksimal, maka yang dirugikan adalah masyarakat. Pelayanan publik akan terhambat. Dan jika Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) terlalu besar, publik tentu akan mempertanyakan pengelolaan anggaran di tingkat pimpinan, termasuk Pak Wali Kota Medan,” ujar Zuhri, Sabtu (24/10/2026).

Zuhri mengungkapkan, berdasarkan informasi yang dihimpun PD ISARAH Medan, tingkat serapan APBD Kota Medan Tahun 2026 yang sedang berjalan masih tergolong rendah.

Padahal, menurutnya, banyak program kerja potensial di masing-masing SKPD yang bisa segera diaktualisasikan untuk kepentingan masyarakat.

Untuk itu, PD ISARAH Kota Medan memberikan beberapa masukan konstruktif kepada Wali Kota Medan:

1. Evaluasi Total SKPD, Khususnya Eselon II

Wali Kota diminta segera melakukan evaluasi kinerja menyeluruh. Jika ada SKPD yang sudah menunjukkan potensi tidak mampu mencapai target serapan, perlu diambil langkah tegas termasuk pergantian sebelum tahun anggaran berakhir.

“Langkah tegas ini akan menjadi shock therapy dan bahan pertimbangan bagi seluruh SKPD dalam penggunaan anggaran tahun 2027,” tegasnya.

2. Pergeseran Anggaran ke Akar Rumput.

Jika SKPD di tingkat kota tidak mampu menyerap maksimal, Zuhri menyarankan agar dilakukan konsentrasi pergeseran anggaran ke kecamatan dan kelurahan. Karena kebutuhan riil masyarakat ada di sana.

3. Revitalisasi Kantor Wali Kota Medan.

Selain soal anggaran, Zuhri juga menyoroti perlunya revitalisasi Kantor Wali Kota Medan. Menurutnya, kantor tersebut sudah puluhan tahun tidak direvitalisasi, padahal merupakan Candradimuka dan wajah dari Kota Metropolitan Medan.

“Kantor Wali Kota adalah simbol pelayanan. Sudah selayaknya direvitalisasi agar lebih representatif, modern, dan membanggakan warga Medan,” tutup Zuhri.

PD ISARAH Medan berharap masukan ini didengar sebagai bentuk kepedulian kaum sarjana Al Washliyah terhadap kemajuan Kota Medan. (Halim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *