Pendanaan Rp13,6 Triliun Diteken, Hutama Karya Percepat Koridor Strategis Tol Trans Sumatera
JAKARTA // FORMAPPEL.com –
PT Hutama Karya (Persero) resmi menandatangani Perjanjian Fasilitas Kredit dari sindikasi perbankan senilai Rp13,645 triliun untuk mendukung pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Betung (Sp. Sekayu) – Tempino – Jambi. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat struktur pendanaan sekaligus mempercepat pembangunan koridor strategis yang menghubungkan Sumatera Selatan hingga Jambi.
Penandatanganan perjanjian tersebut berlangsung pada Senin (23/2/2026) di Ballroom HK Tower, Jakarta, dan dihadiri sejumlah pejabat strategis pemerintah serta perwakilan lembaga keuangan nasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Roy Rizali Anwar, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Wilan Oktavian, Direktur Jalan Bebas Hambatan Ditjen Bina Marga Dedy Gunawan, serta perwakilan Kementerian Keuangan RI Farid Arif Wibowo dan Oscar Aries Dwina Aji Sayoga.
Turut hadir pula perwakilan Badan Pengawasan BUMN, pejabat Badan Pengatur Jalan Tol, serta perwakilan Danantara Asset Management. Dari sektor perbankan hadir perwakilan Bank Mandiri, BRI, BSI, BCA, Bank Mega, dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebagai bagian dari konsorsium pembiayaan proyek.

Sementara dari Hutama Karya, penandatanganan dihadiri langsung Direktur Utama Koentjoro, Wakil Direktur Sugeng Rochadi, Direktur Keuangan Eka Setya Adrianto, serta Direktur Operasi III Iwan Hermawan.
Fasilitas pembiayaan ini direalisasikan melalui skema sindikasi perbankan, yang melibatkan sejumlah bank nasional dan lembaga pembiayaan infrastruktur. Kolaborasi ini menunjukkan kuatnya sinergi lintas lembaga dalam mendukung pembangunan infrastruktur strategis nasional.
Secara terpisah, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Mardiansyah menjelaskan bahwa ruas Betung (Sp. Sekayu) – Tempino – Jambi memiliki panjang sekitar 170,73 kilometer dan menjadi bagian penting dari jaringan utama Jalan Tol Trans Sumatera.
“Ruas ini merupakan koridor strategis yang menghubungkan Betung di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan hingga Kota Jambi. Kehadirannya akan memperkuat integrasi jaringan tol dari selatan hingga utara Sumatera, sekaligus memperlancar jalur logistik utama,” jelasnya.

Berdasarkan kajian Core Indonesia (2024), keberadaan ruas tol tersebut diproyeksikan mampu menghemat waktu tempuh hingga 59,05 persen. Efisiensi ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan keselamatan perjalanan, kenyamanan pengguna jalan, serta kualitas layanan transportasi.
Tak hanya itu, tol ini juga diprediksi akan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan dengan memperlancar distribusi barang dan jasa serta membuka akses konektivitas antarwilayah.
Dengan dukungan struktur pendanaan yang semakin kuat, pembangunan ruas tol tersebut diharapkan dapat berjalan lebih konsisten sehingga manfaat ekonomi dan konektivitas dapat dirasakan masyarakat secara bertahap.
“Hutama Karya mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terwujudnya kerja sama sindikasi ini. Kami optimistis sinergi yang terbangun akan terus berlanjut dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat serta memperkuat fondasi perekonomian nasional menuju Indonesia yang maju dan berdaya saing global,” tutup Mardiansyah. (Red)




















