Scroll untuk baca artikel
Screenshot 20260319 002516 Canva
Daerah

Jakarta Gelap Total, IWO Sentil Keras Dirut PLN: Gagal Berulang, Tak Tahu Malu untuk Mundur!

16
×

Jakarta Gelap Total, IWO Sentil Keras Dirut PLN: Gagal Berulang, Tak Tahu Malu untuk Mundur!

Sebarkan artikel ini

Jakarta Gelap Total, IWO Sentil Keras Dirut PLN: Gagal Berulang, Tak Tahu Malu untuk Mundur!

JAKARTA // FORMAPPEL.com —
Krisis listrik kembali menghantam jantung ibu kota. Pemadaman massal yang terjadi sejak Kamis siang (23/4/2026) pukul 10.07 WIB tak hanya meluas, tetapi juga berlangsung berjam-jam tanpa kepastian pemulihan, memicu kemarahan publik.

fd9b2591 a4de 4478 a85e 8d627dbe749e

Sejumlah wilayah strategis seperti Jakarta Pusat, Selatan, Timur hingga Utara dilaporkan lumpuh akibat blackout. Aktivitas warga terganggu total, bahkan distribusi air ikut terhenti.

“Sudah hampir tiga jam listrik mati, belum juga nyala. Semua aktivitas kacau, air juga ikut mati. Ini benar-benar gawat,” keluh Aymar, warga Rawamangun, Jakarta Timur.

Situasi ini langsung menuai reaksi keras dari Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO), Teuku Yudhistira. Ia menilai pemadaman berulang di ibu kota bukan lagi sekadar gangguan teknis, melainkan sudah masuk kategori kegagalan serius yang tak bisa ditoleransi.

“Ini bukan kejadian biasa. Ini sudah fatal dan berulang. Setengah jam saja Jakarta mati listrik bisa lumpuh, apalagi berjam-jam. Ini sudah masuk kategori extraordinary crime,” tegasnya.

Yudhistira pun secara terbuka mendesak Presiden dan pihak pengawas BUMN untuk tidak lagi ragu mengambil tindakan tegas terhadap pucuk pimpinan PLN.

“Dirut PLN Darmawan Prasodjo itu tidak punya budaya mundur. Sudah saatnya dicopot dan diperiksa. Jangan sampai publik menilai ada pembiaran terhadap kinerja buruk yang terus berulang,” katanya tajam.

Ia juga menyoroti lamanya masa jabatan Dirut PLN di tengah rentetan masalah yang terus terjadi.

“Sudah bertahun-tahun masalahnya sama, tapi tetap bertahan. Ini menimbulkan pertanyaan besar, ada apa di baliknya?” sindirnya.

Menurutnya, jika pemerintah benar-benar ingin membenahi sektor kelistrikan nasional, langkah bersih-bersih di tubuh PLN tidak boleh lagi ditunda.

“Kalau memang serius ingin profesional, ya harus berani ambil tindakan. Jangan sampai muncul kesan ada kepentingan atau kekuatan besar yang melindungi,” ujarnya.

Di sisi teknis, blackout dipicu gangguan serius pada sistem pembangkitan di kawasan Priok. Data internal menunjukkan sejumlah unit pembangkit mengalami trip secara bersamaan, termasuk Priok Blok-1 dan Blok-4 yang menyebabkan defisit daya hingga ratusan megawatt.

Dampaknya tidak main-main. Sejumlah objek vital seperti kantor BUMN hingga rumah sakit besar turut terdampak, mengganggu layanan publik yang krusial.

Sementara itu, pihak PLN mengakui gangguan berasal dari sisi pembangkit dan saat ini tengah melakukan pemulihan secara bertahap.

“Distribusi kena imbas, saat ini proses penormalan dilakukan,” ujar sumber internal PLN UID Jaya.

Namun bagi publik, alasan teknis tak lagi cukup. Yang dipertanyakan kini adalah tanggung jawab dan sampai kapan kegagalan serupa akan terus terulang tanpa konsekuensi tegas. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *