Daerah

‎“Kurbanku Ibadahku” Jadi Bukti Nyata: YRDI Salurkan Hewan Kurban ke Daerah Minoritas dan Terlupakan ‎

18
×

‎“Kurbanku Ibadahku” Jadi Bukti Nyata: YRDI Salurkan Hewan Kurban ke Daerah Minoritas dan Terlupakan ‎

Sebarkan artikel ini

“Kurbanku Ibadahku” Jadi Bukti Nyata: YRDI Salurkan Hewan Kurban ke Daerah Minoritas dan Terlupakan

MEDAN // FORMAPPEL.com —
Sebanyak 10 ekor lembu dan 4 ekor kambing disalurkan Yayasan Roemah Dakwah Indonesia (YRDI) kepada masyarakat di sejumlah daerah yang membutuhkan melalui program “Kurbanku Ibadahku” pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah.

fd9b2591 a4de 4478 a85e 8d627dbe749e

Penyaluran dilakukan sejak hari pertama Idul Adha hingga berakhirnya hari-hari Tasyrik dengan sasaran daerah minoritas Muslim, kawasan terdampak bencana, wilayah pesisir, serta daerah yang selama ini jarang mendapatkan hewan kurban.

‎Program tersebut dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Yayasan Roemah Dakwah Indonesia untuk menghadirkan manfaat kurban secara lebih merata kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain menjadi sarana ibadah, kurban juga diharapkan mampu memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat.

‎Adapun daerah yang menjadi sasaran penyaluran kurban tahun ini meliputi Namorambe dan Kutalimbaru di Kabupaten Deli Serdang, kawasan Kaki Gunung Sinabung dan Kacinambun di Kabupaten Karo, Masjid Habibah Marendal, Tukka di Kabupaten Tapanuli Tengah, Palembayan dan Lubuk Basung di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Silampuyang di Kota Pematangsiantar, Sei Sembilang di Kabupaten Asahan, serta kawasan Belawan Bagan Deli dan Kampung Nelayan Belawan Seberang di Kota Medan.

‎Ketua Yayasan Roemah Dakwah Indonesia, Prof. Dr. dr. Arlinda Sari Wahyuni, M.Kes., FISPH., FISCM., Sp.KKLP., Subsp. FOMC, mengatakan bahwa tema “Kurbanku Ibadahku” dipilih untuk mengingatkan bahwa kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, melainkan wujud nyata ketaatan kepada Allah SWT yang harus menghadirkan manfaat bagi sesama.

“Tema ‘Kurbanku Ibadahku’ mengajarkan bahwa setiap ibadah yang kita lakukan harus memberikan dampak kebaikan bagi orang lain. Karena itu, kami berupaya menyalurkan amanah para pekurban ke daerah-daerah yang benar-benar membutuhkan agar kebahagiaan Idul Adha dapat dirasakan secara lebih luas. Kurban bukan hanya tentang hewan yang disembelih, tetapi juga tentang kepedulian, persaudaraan, dan kehadiran kita untuk membantu saudara-saudara yang membutuhkan,” ujarnya.

Menurut Arlinda, masih banyak masyarakat di berbagai pelosok yang belum mendapatkan akses yang sama terhadap program kurban. Oleh sebab itu, yayasan berupaya memprioritaskan daerah-daerah yang selama ini minim penerimaan hewan kurban agar masyarakat dapat merasakan suasana Idul Adha yang lebih bermakna.

‎”Kami ingin kebahagiaan Idul Adha tidak hanya dirasakan oleh masyarakat di perkotaan, tetapi juga oleh saudara-saudara kita yang berada di daerah pelosok, kawasan minoritas, daerah pesisir, dan wilayah yang aksesnya masih terbatas. Terima kasih kepada seluruh donatur dan pekurban yang telah mempercayakan amanahnya kepada Yayasan Roemah Dakwah Indonesia. Semoga Allah SWT menerima ibadah mereka dan melimpahkan keberkahan yang berlipat ganda,” katanya.

‎Ketua Panitia Program Kurbanku Ibadahku, Kaharizi, S.Pd, menjelaskan bahwa pelaksanaan program diawali dengan pemetaan wilayah dan pendataan kebutuhan masyarakat sehingga distribusi hewan kurban dapat dilakukan secara tepat sasaran.

‎”Kami berusaha memastikan bahwa setiap hewan kurban benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar berkat dukungan para donatur, relawan, tokoh masyarakat, dan panitia di masing-masing daerah. Antusiasme masyarakat yang kami temui menunjukkan bahwa program seperti ini masih sangat dibutuhkan,” ujarnya.

‎Kaharizi menambahkan bahwa semangat gotong royong yang terlihat selama proses penyembelihan dan pendistribusian daging kurban menjadi salah satu hal yang paling berkesan dalam pelaksanaan program tahun ini.

‎”Di hampir setiap lokasi, masyarakat terlibat langsung membantu proses kegiatan. Ini menunjukkan bahwa kurban tidak hanya memberikan manfaat secara materi, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat,” tambahnya.

‎Sementara itu, Sekretaris Panitia, Indra Syahputra Lubis, S.Sos, menyampaikan bahwa program kurban tahun ini memberikan banyak pelajaran tentang pentingnya pemerataan manfaat dan kepedulian terhadap masyarakat di daerah-daerah yang masih minim perhatian.

‎”Kami menyaksikan secara langsung bagaimana masyarakat menyambut program ini dengan penuh rasa syukur. Bagi sebagian daerah, kehadiran hewan kurban merupakan sesuatu yang sangat dinantikan. Kebahagiaan masyarakat saat menerima dan menyaksikan pelaksanaan kurban menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan program-program kemanusiaan dan dakwah di masa mendatang,” ungkapnya.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian dalam program tahun ini adalah Namorambe, sebuah daerah minoritas yang selama ini hampir tidak pernah mendapatkan hewan kurban untuk disembelih langsung di wilayah tersebut. Pada Idul Adha tahun ini, Yayasan Roemah Dakwah Indonesia menyalurkan satu ekor lembu untuk masyarakat setempat.

‎Kehadiran hewan kurban tersebut disambut penuh antusias oleh warga. Bagi masyarakat setempat, momen tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan karena untuk pertama kalinya mereka dapat menyaksikan penyembelihan hewan kurban secara langsung di lingkungan mereka sendiri.
‎Robinson, salah seorang tokoh masyarakat Namorambe, mengaku terharu dan bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh para donatur melalui Yayasan Roemah Dakwah Indonesia.

‎”Selama ini masyarakat di sini biasanya hanya menerima pembagian daging kurban yang datang dari luar daerah. Namun setahu kami, belum pernah ada hewan kurban yang dibawa dan disembelih langsung di wilayah kami. Tahun ini menjadi momen yang sangat bersejarah karena untuk pertama kalinya ada satu ekor lembu kurban yang disembelih langsung di tempat kami,” tuturnya.

‎Menurut Robinson, kehadiran hewan kurban tersebut tidak hanya memberikan manfaat berupa daging kepada masyarakat, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan dan syiar Islam yang sangat dirasakan oleh warga.

‎”Anak-anak sangat antusias menyaksikan proses penyembelihan, para orang tua bergotong royong membantu pelaksanaan kegiatan, dan masyarakat merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Kami merasa diperhatikan dan tidak dilupakan. Atas nama masyarakat Namorambe, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pekurban, donatur, dan Yayasan Roemah Dakwah Indonesia. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan mereka dengan pahala dan keberkahan yang berlipat ganda,” katanya.

‎Di akhir kegiatan, Ketua Pembina Yayasan Roemah Dakwah Indonesia, Chairul Azhar, S.Si., M.Si, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program kurban tahun ini.

‎”Alhamdulillah, amanah para pekurban telah tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Semoga ibadah kurban yang dilaksanakan tahun ini diterima oleh Allah SWT dan menjadi jalan hadirnya manfaat, keberkahan, serta semakin kuatnya persaudaraan di tengah umat,” ujarnya.

‎Selain menjalankan program kurban, Yayasan Roemah Dakwah Indonesia juga berencana mengembangkan program pembinaan dakwah secara berkelanjutan di beberapa wilayah yang menjadi prioritas pembinaan yayasan, di antaranya Kutalimbaru dan Namorambe.

Program yang direncanakan meliputi pembinaan keislaman masyarakat, pendidikan Al-Qur’an, pembinaan generasi muda, penguatan keluarga sakinah, serta berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya. Melalui program tersebut, Yayasan Roemah Dakwah Indonesia berharap dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat, sehingga kehadiran yayasan tidak hanya dirasakan pada momentum Hari Raya Idul Adha, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat sehari-hari. (Halim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *